Hari ke-24 (Selasa): Ketaatan

Dan sekarang, setelah diri melangkah lebih dekat pada kerendahan hati, kita semakin bisa dan mau untuk taat.

Ketaatan merupakan perpindahan dari mendengarkan firman Tuhan kepada melakukannya, menjadi taat kepada kehendak Allah, manaruh sifat keras kepala kita di bawah kehendak-Nya.

Kita dipersiapkan, oleh kasih karunia Allah, untuk mampu melakukan niat kita untuk taat, dan melakukan kehendak Allah di dalam kehidupan kita.

Dan demikian puncak keangkuhan semakin berkurang, sementara kebebasan sebagai anak-anak Allah semakin tumbuh, sedikit demi sedikit.

 

Catatan:
Renungan ini dikembangkan dari 12 langkah menuju ke kerendahan hati oleh St. Bernard Clairvaux yang dirangkum oleh Msgr. Charles Pope dalam “A Medieval Monk’s 12 Steps to Deeper Humility” (Aleteia, 28 Februari 2015). Ke-12 langkah ini akan dimuat dalam hubungan dengan masa Pra-Paskah.