Dua gereja diserang kelompok militan, Uskup Agung Pakistan: Kita sudah berada di jalan menuju Kalvari

“Kami memiliki sebuah panitia yang terdiri dari 12 orang anggota jemaat yang ditempatkan di gerbang gereja dan di depan jalan. Ini adalah pelayanan sukarela untuk melindungi anggota jemaat dan hanya Tuhan yang  akan membalas upah kepada kami. Mungkin Ia telah menetapkan saya untuk satu hari nanti mati dalam tugas,” ungkap bapak Patras Bhatti yang adalah seorang sopir kepada Asia News.

Ia kehilangan dua rekannya akibat serangan terhadap Gereja Katolik St. Yohanes di Youhanabad, wilayah Lahore, Pakistan, pada hari Minggu, 15 Maret. Serangan lainnya terjadi atas Gereja Kristus Wilayah Raiwand, yang merupakan bagian dari Gereja Anglikan Pakistan.

Menurut laporan sekurangnya 14 meninggal dunia dan 70 orang lainnya luka-luka dalam serangan biadab yang menurut media diklaim oleh Tehreek-e-Taliban Pakistan Jamaatul Ahrar.

Pada sore hari, Uskup Agung Lahore, Sabastian Shah, bersama empat imam senior, datang mengunjungi kedua gereja itu. Ia menyesalkan kurangnya perhatian pemerintah dalam menjamin keamanan jemaat dalam beribadah.

“Pemerintah telah gagal dalam melindungi kami. Semua kelompok agama harus menghadapi tantangan ini dan menyerukan perlawanan terhadap serangan seperti ini,” ungkap Uskup Agung Shah.

“Kami salut terhadap para martir muda yang mencegah para militan masuk ke dalam gedung gereja. Luka Gereja Peshawar masih belum sembuh; kita sudah berada di jalan menuju Kalvari,” katanya menambahkan bahwa sekolah-sekolah dan kampus yang terafiliasi dengan gereja akan tutup pada Senin.

Tak lama sesudah serangan itu, masyarakat yang marah melakukan protes terhadap kurangnya perlindungan dari pihak keamanan. Seorang pemuda, (media lainnya menyebut dua) yang diduga terlibat dalam serangan itu, dibunuh dengan kejam, menambah tragedi yang merundung negara itu.

Kekacauan di Timur Tengah dan Asia Selatan telah mengakibatkan umat Kristen di dua wilayah tersebut menjadi sasaran kelompok-kelompok militan dan para perompak.

Mendengar kabar dukacita tersebut Paus Fransiskus menyampaikan solidaritasnya terhadap situasi umat Kristen yang sedang teraniaya.

“Ini adalah gereja-gereja Kristen: Orang Kristen sedang dianiaya. Darah saudara-saudari kita ditumpahkan hanya karena mereka Kristen. Seiring doa saya untuk para korban dan keluarga mereka, saya meminta kepada Tuhan, saya memohon kepada Tuhan, sumber segala yang baik, untuk anugerah perdamaian dan harmoni bagi negeri ini (Pakistan),” ungkap pemimpin gereja Katolik dalam pesan Angelusnya di Vatikan.

Sebelumnya ia telah mengatakan bahwa penganiayaan orang Kristen saat ini telah lebih buruk dibanding pada masa awal Gereja.

Dalam pesan itu Paus mendoakan “[s]upaya penganiayaan orang Kristen, yang coba disembunyikan oleh dunia, akan berakhir, dan kedamaian dapat tercipta.”