Kematian 21 pria Koptik di Libya dorong solidaritas dan persatuan umat Kristen global

Para perempuan Koptik berdoa dalam ibadah misa yang dipimpin Paus Tawadros II memperingati para martir Kristen yang dibunuh di Libya. (Foto via Catholic Herald)

Pemimpin gereja Kristen terbesar, Paus Fransiskus, mengatakan bahwa darah martir warga Mesir itu “adalah milik semua orang Kristen.”

“Tidak peduli apakah mereka Katolik, Ortodoks, Koptik, atau Protestan, mereka adalah orang-orang Kristen! Darah mereka adalah satu dan sama. Darah mereka mengaku Kristus,” ungkapnya seperti dikutip CNA.

Tanggapan tegas Paus Fransiskus pada pertengahan Februari menyusul sebuah video provokasi dan terorisme yang menunjukkan kekejian yang dilakukan kelompok radikal ISIS atau “IS” (“Negara Islam”) terhadap warga Mesir Kristen yang sedang mencari nafkah di Libya.

Negara kaya minyak Libya masih belum kondusif setelah penggulingan rezim Kol. Gadaffi oleh “pihak oposisi” didukung NATO.

Februari tahun lalu tujuh warga Mesir telah menghadapi nasib yang sama di Libya. Mereka datang dipaksa oleh situasi ekonomi.

Menyusul tindakan keji terhadap 21 martir Kristen, sejumlah media melaporkan bahwa pemerintah Mesir telah menanggapi dengan melancarkan serangan udara ke situs-situs yang dianggap sebagai basis kelompok militan “IS.”

 

Ekumene dalam darah

Mereka dibunuh “hanya karena mereka mengakui Kristus,” ungkap Paus Fransiskus. “Saya minta supaya kita semua saling mendorong satu dengan yang lain dengan gerakan ekumene ini yang memberi kita kekuatan, ekumene dalam darah. Para martir adalah milik semua orang Kristen.”

Pemimpin Gereja Protestan Skotlandia, Pdt John Chalmers, turut hadir ketika Paus Fransiskus memberikan pernyataan. Dalam wawancara setelah ia beraudiensi dengan pemimpin Gereja Katolik Roma itu, Pdt Chalmers membagikan kesannya mengenai keprihatinan Paus terhadap saudara-saudara Kristen Koptik yang telah martir.

“Dalam refleksi terhadap [peristiwa ini], adalah jelas bahwa dari gereja mana pun orang-orang Kristen berasal mereka adalah satu,” lanjut Pdt Chalmers seperti dikutip CNA.

Kelompok radikal “IS” terus melakukan propaganda keji di wilayah-wilayah yang bergolak, terutama di Irak, Suriah, dan Libya.

Ketiga negara ini sebelumnya relatif menjaga keberadaan komunitas Kristen yang telah berabad-abad hidup wilayah itu, umumnya merupakan masyarakat asli setempat. Namun, setelah penggulingan mendiang Sadam Hussein dan Kol. Gadaffi, menyusul upaya yang sama terhadap Basyir al Assad, warga masyarakat, terutama warga Kristen, telah menjadi sasaran kekerasan dan perompakan.

 

Menjadi martir gereja

Lewat telpon, Paus Fransiskus secara pribadi menyampaikan empatinya terhadap penderitaan gereja Koptik kepada Patriark Gereja Ortodoks Koptik, Paus Tawadros II.

Sementara Patriark Moskow dan Seluruh Rusia, Kirill, menuliskan surat kepada Paus Tawadros dan Presiden al-Sisi, menyampaikan belasungkawa dan mengutuk tindakan barbarik itu.

“Tidak ada tujuan yang dapat membenarkan kejahatan yang keji ini. Menggunakan retorika agama sebagai topeng, [kelompok] ekstrimis melakukan kekejian yang tak terkirakan dalam kekejaman mereka, ingin menabur kepanikan dalam hati orang-orang dan membawa perpecahan dalam hubungan baik antara Kristen dan Muslim, yang telah bertahan di Timur Tengah selama berabad-abad,” tulis Patriark Kirill kepada Paus Tawadros bertanggal 20 Februari.

Presiden Mesir mengumumkan tujuh hari perkabungan untuk warga Koptik yang dibunuh. “Mesir dan seluruh dunia sedang berada dalam pertempuran sengit melawan kelompok-kelompok ekstrimis yang membawa ideologi ekstrimis dan memiliki tujuan yang sama,” ungkapnya seperti dikutip Christian Post.

Di Mesir, Fr Hani Bakhoum Kiroulos, sekretaris Patriakat Gereja Ortodoks Koptik, mengatakan bahwa baik Kristen aupun Muslim menyatukan tekad melawan terorisme.

“Jika mereka bertujuan untuk memecah kami, mereka telah gagal,” ungkap Fr Kiroulos menanggapi, demikian CP.

Paus Tawadros II telah mengumumkan bahwa ke-21 pria Koptik yang berpegang teguh pada Kristus di hadapan kematian yang mengancam telah diterima sebagai martir dan nama-nama mereka akan dicantumkan dalam kalender Gereja Koptik.

 

 

 

Berita lainnya:

Coptic Church recognises martyrdom of 21 Christians killed by ISIS, Catholic Herald (23 Februari 2015).

His Holiness Patriarch Kirill’s condolences over mass killing of Christians in Libya, Pravoslavie.ru (20 Februari 2015).

Pope condemns beheading of Egyptian Christians, says blood ‘cries out to be heard’, CNA (16 Februari 2015).

In his address to the Moderator of the Church of Scotland the Pope recalls the Egyptian Coptic Christians who were assassinated, News.va (16 Februari 2015)