Hari ke-7 (Rabu): mengapa “haleluyah” tidak diucapkan pada liturgi masa Prapaskah?

Hari ke-7 (Rabu): mengapa “haleluyah” tidak diucapkan pada liturgi masa Prapaskah?

“Haleluyah” yang berarti “terpujilah TUHAN” tidak disebut dalam peribadatan gereja-gereja tradisional sebagai simbol yang mengingatkan bahwa Prapaskah adalah masa renung dan refleksi atas penderitaan dan kematian Kristus bagi kita.

“Haleluyah” dimunculkan kembali pada Hari Paskah ketika kita merayakan kebangkitan Tuhan.

Dalam tradisi beberapa gereja, pada hari Minggu sebelum Rabu Abu,  pataka bertuliskan “haleluyah” akan diturunkan, dan nanti dipasang kembali pada saat Paskah.

 

 

Sumber: Mark Zimmermann, 40 Questions & Answers for Lent (Missouri: Creative Communications for the Parish, 2007).