Hari ke-2 (Kamis): Makna di balik 40 hari masa Pra-Paskah

Padang gurun. (Gambar: freewallpaperspot)

Padang gurun. (Gambar: freewallpaperspot)

Ada makna di balik 40 hari masa Pra-Paskah. Dalam Alkitab angka 40 dikaitkan dengan masa penantian, persiapan, atau penderitaan.

Nabi Nuh dan keluarganya tinggal dalam bahtera selama 40 hari.

Bangsa Israel mengembara di padang gurun selama 40 tahun sebelum masuk ke tanah Kanaan.

Kristus berpuasa selama 40 hari di padang gurun.

40 hari masa Pra-Paskah adalah untuk mengingatkan kita bahwa ini adalah saat kita menanti dan mempersiapkan hati kita dalam mengingat penderitaan Kristus bagi penebusan kita.

 

Johann Heinrich Arnold paling dikenal lewat buku-bukunya yang telah membantu begitu banyak orang untuk mengikut Kristus dalam hidup sehari-hari. (Foto via www.heiniarnold.com)

J. Heinrich Arnold (1913-1982), seorang pendeta Jerman yang terkenal dengan gaya spontan dan langsung pada pokok permasalahan, menuliskan kata-kata ini:

Setiap orang percaya tahu bahwa Kristus menerima jalan salib demi kita. Tapi tak cukup hanya mengetahui. Setiap kita harus menemukan salib itu.

Penderitaan-Nya akan menjadi sia-sia bagi kita jika kita tidak bersedia mati bagi Dia, sama seperti Dia mati bagi kita. 

Jalan Kristus adalah jalan yang pahit. Ujungnya adalah kemenangan terang dan kehidupan, tapi diawali dengan kandang yang dingin, dalam palungan tempat makan hewan; diperhadapkan dengan kebutuhan yang besar: lewat penderitaan, penyangkalan, pengkhianatan, dan akhirnya kehancuran penuh dan kematian di atas kayu salib. 

Jika kita menyebut diri kita pengikut-Nya, kita harus bersedia mengikuti jalan yang sama. 

Banyak orang berpuasa pada masa Pra-Paskah, baik sebagai inisiatif pribadi maupun mengikuti tradisi dalam sejumlah gereja. Biarlah itu menjadi bagian dari komitmen untuk sungguh-sungguh mengikut Kristus, dengan mengingat bahwa puasa yang dikenan-Nya adalah yang mencari Allah dalam kerahasiaan hati dan kemurnian motivasi (bnd. Matius 6:18).

 

Ayat-ayat renungan:

Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, … (Markus 1:13)

Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah dan Allah mengabulkan permohonan kami. (Ezra 8:23)

“…(Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)” (Matius 17:21)

Sumber:
Mark Zimmermann, 40 Questions & Answers for Lent (Missouri: Creative Communications for the Parish, 2007).
J. Heinrich Arnold, “The Center,” dalam Bread and Wine: Readings for Lent and Easter (Maryknoll, New York: Orbis, 2012 [cetakan keempat belas]), 61-66, terjemahan.
Diperbarui 20 Februari 2015.