Foto ‘metalica’ Paus Fransiskus: Apakah asli?

Paus Fransiskus ‘baptis’ lambang setan jadi bahasa kasih.

Paus Fransiskus_simbol tangan

Pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus dan Uskup Agung Manila Luis Tagle menggunakan simbol tangan internasional untuk menyapa kaum tunarungu dengan ungkapan “Saya mengasihi kamu.” (Foto: gambar diam Youtube)

Kunjungan Paus Fransiskus ke Filipina 15-19 Januari lalu mencatat rekor sejarah kepausan dengan sekitar 4-6 juta orang menghadiri misa penutup.

Bersama Uskup Agung Manila Kardinal Luis Tagle, pemimpin umat Katolik itu turut menyapa kaum tunarungu dengan menggunakan simbol tangan yang dalam bahasa isyarat internasional berarti “Saya mengasihi kamu” (I love you).

Tak alang potret atau video sang Paus dan Uskup Agung dengan isyarat tangan itu dieksploitasi dan membuat kuatir kalangan Kristen, terutama yang tidak mengenal bahasa isyarat. Pasalnya simbol tangan itu dalam dunia musik rock ‘n roll sering dipakai sebagai simbol setan.

Namun dengan menggunakan simbol ini bagi kaum tunarungu dan dilihat oleh seluruh dunia, simbol itu seolah-olah menerima makna baru, sesuai dengan penggunaannya bagi kaum yang tak dapat mendengar.

 

Membela pernikahan dan keluarga

Dalam kunjungannya ke negara dengan penduduk sebagian besar memeluk Kristen Katolik itu, Paus Fransiskus turut mengajak umat untuk menjaga pernikahan dan keluarga yang sedang berada di bawah serangan saat ini.

“Keluarga juga terancam oleh upaya yang semakin meningkat dari sebagian [kelompok] untuk mengubah pemahaman mendasar dari pernikahan,” ungkapnya seperti dikutip Catholic Herald.

Sebelumnya, dalam misa khusus untuk para imam ia mengingatkan bahwa masyarakat Filipina “sedang dicobai dengan penyajian membingungkan tentang seksualitas, pernikahan, dan keluarga.”

“Seperti yang kalian ketahui, realitas-realitas ini semakin berada di bawah serangan kekuatan-kekuatan yang berkuasa yang mengancam untuk merusak rencana Allah bagi ciptaan dan menodai nilai-nilai mendasar yang telah menginspirasi dan membentuk semua hal yang terbaik dalam budaya kita,” ungkapnya.