Musibah Air Asia: Dukacita menyelimuti suasana tahun baru jemaat Kristen Indonesia

Beberapa korban pesawat Air Asia yang mengalami musibah 28 Desember lalu. (Foto via ChristianToday/Reuters/Athit Perawongmetha)

Awan duka menyelimuti suasana tahun baru di Indonesia setelah pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ 8501 dari Surabaya tujuan Singapura mengalami musibah.

Kesedihan mendalam dirasakan oleh warga Kristen Indonesia, terutama Gereja Mawar Sharon Surabaya. 41 warga jemaatnya merupakan penumpang pesawat itu.

Pdt Philip Mantofa, pemimpin jemaat, dalam pelayanan doa di bandar udara Surabaya 1 Januari mengatakan,

“Ada hal yang tak dapat kita pahami secara akali tapi Tuhan lebih besar dari semua ini. Tuhan tidak jahat…Tuhan tolong kami untuk tetap maju sekalipun kami dilingkupi dengan kegelapan,” ungkapnya seperti dikutip ChristianToday.

Menurut laporan CT, lima anggota Gereja Bethani juga terdaftar sebagai penumpang, dan tiga lagi anggota Gereja Kristen Indonesia Ngangel.

Rencana ibadah malam tahun baru berubah menjadi ibadah penghiburan, ungkap Pdt Florida Rambu Bangi Roni.

Pendeta dari GKI itu menyebutkan bahwa tragedi itu merupakan “pengingat” bahwa “kita tidak tahu kapan kita akan pergi. Karena itu kita harus peduli dengan orang lain, buat mereka berbahagia. Itu penting,” demikian CT mengutip USA Today.

Selain jemaat Kristen Indonesia, jemaat Kristen Korea juga berdukacita karena satu keluarga pekerja gereja dari Yeosu Presbyterian Church juga berada dalam pesawat itu (LIH. Pekerja gereja dari Korsel di antara penumpang pesawat AirAsia: Sangat berdedikasi)

Perayaan Natal warga Indonesia di Tiongkok Sabtu (4/1)  malam dirangkaikan dengan doa bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Marilah kita tundukkan kepala sejenak mendoakan saudara-saudara kita di Tanah Air, yang tengah mendapat musibah atau bencana, dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” kata Duta Besar RI untuk Tiongkok merangkap Mongolia Soegeng Rahardjo di Beijing seperti dikutip AntaraNews.

Pesawat Air Asia yang mengalami musibah di wilayah perairan Selat Karimata, Kalimantan Tengah, membawa 162 penumpang serta awak. Pencarian kotak hitam pesawat masih terus dilakukan.