#MarchforLife: Ratusan ribu orang ikut pawai membela anak-anak dalam kandungan

#marchforlife2015 di Washington DC, Amerika Serikat, 22 Januari 2015.

Ratusan ribu orang memadati kompleks pusat pemerintahan Amerika Serikat di Washington DC pada Kamis, 22 Januari untuk merayakan pawai tahunan ke-42 March for Life (pawai kehidupan).

Mereka menyuarakan solidaritas mereka bagi anak-anak di dalam kandungan yang menghadapi kekejaman aborsi.

Ketua March for Life Patrick Kelly dalam ucapan selamat datang mengatakan “[s]ejarah berada di pihak kita, karena sejarah selalu berada dipihak mereka yang berjuang untuk martabat dan kehidupan manusia,” demikian dikutip LSN.

“Upaya kita untuk membela kehidupan adalah hal yang mulia,” ungkap seorang siswa SMA tingkat akhir Julia Johnson. Sekolahnya ditunjuk sebagai pemegang spanduk tahun ini.

“Kita hidup di tengah holocaust zaman modern…yang mengambil nyawa 3000 bayi setiap hari, lebih dari satu juta setiap tahun.

“Adalah tugas kita untuk melindungi saudara dan saudari kita dalam kandungan dan hak mereka untuk hidup. Adalah kewajiban kita untuk mengangkat suara bagi mereka yang tak dapat berbicara bagi diri mereka sendiri, karena nilai bukan ditentukan oleh ukuran atau usia,” ungkap Julia.

Ia menekankan bahwa mereka berpawai melawan “ketidak adilan” dan bahwa gerakan pro-kehidupan “bukan lahir dari kebencian terhadap sesama, melainkan kasih.”

Korban aborsi di AS yang tercatat resmi berada pada angka di atas 50 juta jiwa, sejak kasus Roe v. Wade (1973) yang membuka lebar pintu aborsi di negara itu.

Paus Fransiskus turut memberikan dukungan dengan mengirimkan pesan Twitter “Every life is a gift” hashtag #MarchforLife.

Every life is a gift (setiap kehidupan adalah karunia) merupakan tema #MarchforLIfe 2015.

 

Salah seorang peserta memegang poster “Human rights for all humans” (hak asasi manusia untuk semua manusia). Salah seorang peserta memegang poster “Human rights for all humans” (hak asasi manusia untuk semua manusia).

Berita terkait:

Pope Greets Pro-Life Marchers With Tweet: Crowds fill avenues of Washington with lively outpouring, Aleteia.org (22 Januari 2015).

 

 

Diperbarui 6 Februari 2015.