Calon tunggal Kapolri Indonesia berstatus tersangka

Lambang Polri. (Wiki)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Kalemdikpol Komjen Pol Budi Gunawan, yang sebelumnya telah tersangkut rekening gendut, sebagai kandidat tunggal Kapolri.

Menurut laporan Tempo.co harta kekayaan Komjen Pol BG melonjak tajam dari Rp 4,6 miliar pada 2008 menjadi Rp 22,6 miliar pada Juli 2013, dan menyebut ada aliran dana mencurigakan.

KPK pun telah menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi pada 13 Januari 2015, empat hari sesudah pengajuannya.

KPK mencium transaksi janggal pada rekening Budi. Dia diduga melanggar Pasal 12 a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11, atau Pasal 12B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, demikian peradi.or.id.

Wakil ketua KPK Adnan Pandu Praja, di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, mengingatkan bahwa Presiden Jokowi menandatangani komitmen antikorupsi pada masa kampanye.

“KPK sering kali dijadikan bahan kampanye calon presiden, semua calon presiden mengatakan mendukung KPK. Jokowi menandatangani komitmen,” ungkap Waket KPK itu seperti dikutip AntaraNews.

Komitmen antikorupsi yang dimaksud Waket KPK adalah Buku Putih 8 Agenda Pemberantasan Korupsi sebagai komitmen yang ditandangani Jokowi dan Jusuf Kalla serta Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa saat datang ke KPK saat masa kampanye pemilihan presiden.

 

Berita lainnya:

Presiden diminta konsisten janji kampanye pemberantasan korupsi, AntaraNews (15 Januari 2015).

Rakyat berada di belakang KPK, AntaraNews (15 Januari 2015).

Operasi Intelejen Amankan Jalan Budi Gunawan Jadi Kapolri, Peradi.or.id website resmi perhimpunan advokat Indonesia (14 Januari 2015).