Tiga dosa media: disinformasi, fitnah, pencemaran nama baik

Paus Fransiskus di tengah kerumunan orang di alun-alun St. Petrus, Vatikan (Foto: Edgar Jiménez).

Paus Fransiskus di tengah kerumunan orang di alun-alun St. Petrus, Vatikan (Foto: Edgar Jiménez).

“Dari ketiga dosa ini — disinformasi, fitnah, pencemaran nama baik — fitnah kelihatannya merupakan yang paling berbahaya,” ungkap pemimpin Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus. “Tapi dalam komunikasi, yang paling berbahaya adalah disinformasi” karena “itu mengiring pada kesalahan,” katanya. “Itu membuat Anda percaya sebagian saja dari kebenaran.”

Disinformasi berarti hanya mengungkapkan “sebagian dari fakta-fakta, dan hal ini bermuara pada ketidak mampuan untuk membuat penilaian yang akurat terhadap kenyataan,” ungkapnya di hadapan manajemen dan staf TV 2000, sebuah media Katolik, di Vatikan.

Paus Fransiskus menjadi sorotan utama berbagai media sepanjang 2014, tak jarang dengan informasi yang keliru.

 

Berita lainnya:

Pope to TV 2000: courageous frankness in truth-telling, News.va (16 Desember 2014).

2014: The Year in Pope Francis Misunderstandings—How the Media Got it Wrong, Constantly, Aleteia.org (15 Desember 2014).

Pope Francis: ‘Disinformation’ is media’s most insidious’ sin, Breitbart.com (15 Desember 2014).