Gereja Ortodoks Rusia sangat prihatin UNICEF melanggar hak anak

Komisi Keluarga, dan Perlindungan Ibu dan Anak Gereja Ortodoks Rusia mengeluarkan pernyataan keprihatinan terhadap UNICEF (United Nations Children’s Funds).

Badan PBB yang membidangi urusan anak itu mengungkapkan kebijakannya pada November 2014 lalu antara lain mendukung hubungan sesama jenis.

“Komisi [Keluarga, dan Perlindungan Ibu dan Anak] sangat prihatin dengan kenyataan bahwa UNICEF menggunakan kapasitasnya, status internasional, dan sumber daya yang diperoleh dari berbagai negara,

untuk mendukung perkembangan dan konsep yang tak hanya tidak memiliki dasar hukum internasional yang jelas, tapi juga bertentangan dengan tradisi budaya kebanyakan bangsa-bangsa, termasuk norma-norma yang wajar serta moralitas keagamaan,” demikian poin pertama pernyataan bertanggal 18 Desember 2014 itu.

Poin itu menambahkan bahwa “[t]indakan demikian berbahaya bagi masyarakat internasional dan akan merusak keabsahan moral UNICEF dan badan-badan PBB lainnya.”

Pernyataan tersebut menggaris bawahi bahwa dasar keluarga adalah pernikahan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan salah satu maksud utamanya adalah untuk prokreasi dan membesarkan anak-anak.

Sesuai dengan Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia bahwa keluarga adalah “unit masyarakat yang alami dan fundamental.”

Pernyataan itu mengecam langkah UNICEF yang menyerukan legalisasi pasangan hubungan sejenis dalam kaitan dengan membesarkan anak-anak.

Langkah UNICEF “bertentangan dengan mandatnya,” karena bukannya mempromosikan perlindungan hak anak, justru “pelanggaran mendasar.”

Menempatkan anak-anak untuk dibesarkan oleh pasangan sesama jenis adalah “pelanggaran berat terhadap hak dan kepentingan seorang anak.”

Komisi Gereja Ortodoks Rusia itu berharap supaya negara-negara anggota PBB untuk terlibat supaya organisasi seperti UNICEF tidak menggunakan kapasitasnya untuk memberikan legalisasi terhadap hal yang amoral dan bertentangan dengan HAM yang diakui secara universal, termasuk hak anak.

Pernyataan itu ditutup dengan himbauan bagi warga Gereja, orang-orang dengan niat baik, politisi, dan tokoh-tokoh masyarakat serta LSM untuk menggunakan setiap “cara yang sah” untuk menghentikan organisasi internasional menyalahgunakan kapasitas mereka secara demikian.

Selain telah menjadi organisasi pro-homoseksual, UNICEF telah lama menjadi pendukung aborsi. Organisasi pro-anak All American Life League menyimpulkan “UNICEF bukan sahabat anak-anak.”