Menderita karena iman: Pasangan Kristen dibunuh atas tuduhan penghujatan di Pakistan

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. (Matius 5:11)

Ibu Parveen Bibi, saudari perempuan Bp Shahzad memeluk salah satu dari empat anak yang orang tuanya telah dibunuh dengan keji.  Nama-nama mereka adalah Solomon (8), Zeeshan (5) yang diangkat anak oleh salah seorang paman, Sonia (4) and Poonam (18 bln). Media Pakistan Tribune mengunduh video singkat salah seorang dari mereka yang menceritakan tentang pembunuhan orang tua mereka. (Foto: WWM)

PM Pakistan perintahkan para pelaku kejahatan dihukum.

Kekejian mengatas-namakan agama kembali terjadi di Pakistan. Shahzad Masih dan Shama Bibi, suami isteri beragama Kristen, dibunuh oleh sejumlah orang setelah menuduh sang isteri, yang sedang hamil lima bulan, menghujat agama Islam karena membakar al Qur’an.

Bp Shahzad dan ibu Shama bekerja di tempat pembuatan batu bata di Kot Radha Kishan, sebuah kota kecil di Provinsi Punjab. Keduanya merupakan pekerja terikat, yaitu mereka harus bekerja di tempat itu karena pinjaman.

LIHAT JUGA: Surat Patriark Kirill kepada Presiden Pakistan: Selamatkan kehidupan Asia Bibi

Pada 4 November, pasangan dengan empat orang anak ini, dipukuli, ditarik dengan traktor, sebelum kemudian dilempar ke dalam api pembuatan batu bata oleh sejumlah warga dari beberapa kampung.

Menurut keterangan salah seorang anggota keluarga bp Shahzad, peristiwa itu terjadi akibat reaksi berlebihan tetangga ketika ibu Shama memutuskan untuk menghancurkan jimat-jimat dari mendiang ayah mantunya.

“Shama tidak pernah bermaksud menghujat agama Islam karena ia sama sekali buta huruf dan tidak tahu apa yang ada di dalam jimat-jimat itu,” ungkap Parveen Bibi kepada World Watch Monitor. “Beberapa orang melihat dan mengenali beberapa bagian di sisa pembakaran dan menyerukan bahwa Shama membakar al Qur’an.”

Menurut media Pakistan Tribune.com, pihak kepolisian menerangkan bahwa kejadian itu dihasut oleh seorang imam dari mesjid lokal.

Dua hari sebelum peristiwa keji itu, pemilik tempat pembuatan batu bata tidak mengijinkan pasangan Kristen itu meninggalkan desa tanpa membayar pinjaman yang diberikan.

Menurut keterangan seorang kerabat yang menyaksikan kekejaman itu para penganiaya menyeret keduanya ke halaman dan memukuli mereka. Ia mengatakan bahwa ibu Shama sudah mati ketika orang-0rang itu melempar tubuhnya ke dalam pembakaran batu bata. Namun suaminya masih hidup ketika mereka memasukkannya ke dalam pembakaran.

Sebuah mobil polisi berada di lokasi kejadian, namun tidak melakukan apa-apa, kemungkinan karena takut karena jumlah mereka sedikit. Menurut keterangan Yasmeen Bibi, saksi mata dan saudari bp Shahzad kepada WWM beberapa orang meminta mereka untuk menembak ke udara, namun tidak dilakukan. Sejumlah besar polisi datang setelah keduanya telah dibunuh.

Perdana Menteri Pakistan, Nawas Sharif, segera mengutuk tindakan sejumlah orang itu sebagai “sebuah kejahatan yang tidak bisa diterima,” dan menginstruksikan pada pemerintah Punjab untuk menghukum para pelaku.

“Negara Pakistan harus bertindak secara proaktif untuk melindungi kelompok kecil dari kekerasan dan ketidak-adilan. Kita harus mendukung keberagaman agama dan etnis dalam masyarakat kita sebagai hal yang baik,” ungkapnya.

Polisi menangkap 48 orang sebagai tersangka, dan memasukkan tuntutan terhadap 468 lainnya.

WWM menyebut laporan informasi pertama yang dimasukkan pihak kepolisian, bahwa sekitar 500-600 orang menyiksa pasangan Kristen itu. Laporan itu menyebut 60 nama dan mengatakan:

“Insiden terjadi setelah nama-nama yang disebut di atas mengumpulkan orang-orang dan menghasut mereka lewat pengumuman palsu dari (pengeras suara) mesjid tentang penodaan al Qur’an.”

Orang Kristen di Pakistan, sekalipun sedikit, justru kebanyakan merupakan pekerja terikat. Ini berarti mereka bekerja di bawah kondisi yang memprihatinkan, dan rentan terhadap berbagai tindak penganiayaan dan pelecehan. WWM menilai pekerja terikat merupakan perbudakan zaman ini karena keadaan yang dialami mereka.

 

Berita lainnya:

Pakistani Christian couple brutally killed by mob for alleged ‘blasphemy’, World Watch Monitor (worldwatchmonitor.org), 5 November 2014.

Imam of a local mosque incited murder of Christian couple, says police, The Express Tribune (tribune.com.pk), 5 November 2014.