Makan siang halal-kosher 60 Rabi Yahudi dan Imam Muslim berbagi ide menjembatani kedua komunitas

paus, rabi, dan imam (2)

Pertemuan seorang paus, rabi dan imam. (Ilustrasi: Api.Ning.com)

Para rabi dan imam bertukar pikiran dalam acara 2014 Summit of Washington Area Imams and Rabbis (pertemuan para imam dan rabi wilayah Washington 2014) yang diselenggarakan di sinagoga Kongregasi Ibrani Washington.

Para pemimpin kedua komunitas itu mengusulkan sejumlah kegiatan yang dapat mendekatkan pengikut kedua agama yang selama ini mendapat kesan saling bermusuhan.

Di antaranya diusulkan adalah kegiatan bersama menyediakan makan bagi para tunawisma, pertandingan bola basket remaja, dan kursus dasar tentang komunitas agama yang satu untuk yang lain.

Mereka juga menunjukkan bahwa pertemuan antara kedua komunitas tidak boleh mengenyampingkan konflik Israel-Palestina, di mana penggunaan wilayah Bukit Bait Allah — situs suci bagi kedua agama — juga merupakan salah satu isu.

“Diskusikan hal-hal dari narasi spiritual, bukan narasi politis” ungkap Imam Sultan Abdullah, dari Pusat Komunitas Islam Afrika Baru di Washington D.C., seperti dimuat WashingtonPost via RNS.

Berbicara secara kerohanian, baik umat Yahudi maupun Muslim percaya bahwa mereka adalah keturunan Abraham — Yahudi dari Ishak dan Muslim dari Ismael. Hal ini diulang-ulang oleh pembicara dari kedua pihak. Mereka juga menggaris bawahi kesamaan-kesamaan dalam praktek keagamaan mereka, seperti berdoa menghadap Timur Tengah dan pantangan-pantangan dalam hal makanan.

“Menurut saya kita adalah dua agama yang paling dekat satu dengan yang lain di dunia,” ungkap Rabi Gerry Serotta, direktur eksekutif Konferensi Lintas-iman Metropolitan Washington. Ia mengungkapkan bahwa ada pandangan yang melihat Yahudi dan Muslim tak terdamaikan, akan tetapi kita orang-orang melihat bahwa hal itu tidak benar, “hal itu memberi mereka harapan.”

Pertemuan itu disponsori oleh Forum Muslim-Yahudi Wilayah Washington dan Sekitarnya (Greater Washington Muslim-Jewish Forum), Yayasan untuk Pemahaman Etnik (Foundation for Ethnic Understanding), Masyarakat Muslim di Semua Wilayah Dulles (All Dulles Area Muslim Society, ADAMS), dan sinagoga Kongregasi Ibrani Washington (Washington Hebrew Congregation) tempat pertemuan itu diadakan.

 

 

Berita lainnya:

Can Jews and Muslims get along? 60 imams and rabbis meet in Washington to try, RNS via The Washington Post (24 November 2014).

Visit from Archbishop of Sebastia Orthodox Church [at ADAMS], www.adamscenter.org.