Gereja Protestan AS dukung pernyataan Paus Fransiskus tentang pernikahan Kristen

Paus Fransiskus_Y“Paus Fransiskus membuatnya jelas bahwa saling melengkapi antara perempuan dan laki-laki adalah mendasar dalam sebuah pernikahan, dan bahwa hal ini tidak bisa diredefinisikan oleh ideologi atau negara,” demikian diungkapkan secara tertulis oleh Russell D Moore, pimpinan Komisi Etika dan Kebebasan Beragama Gereja Southern Baptist, salah satu aliran Protestan di Amerika Serikat, kepada Baptist Press.

“Saya senang mendengar pernyataan kuat demikian mengenai hal ini, dan tentang bagaimana meredupnya pernikahan membawa kerugian pada yang miskin dan yang rentan.”

Paus Fransiskus membawakan pesan itu di hadapan 300 perwakilan berbagai institusi agama di dunia pada awal seminar di Vatikan yang membahas topik “saling melengkapi (complementarity) antara perempuan dan laki-laki” (17-19 November).

“Saling melengkapi mengambil berbagai bentuk ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan masing-masing membawa kontribusinya yang khas ke dalam pernikahan dan pembentukan anak-anak mereka — kekayaan kepribadian masing-masing, karisma masing-masing,” ungkap Sri Paus seperti dimuat Radio Vatikan. Ia menyebut sisi saling melengkapi sebagai karya Allah dan dalam pernikahan tidak hanya merupakan hal yang baik, tapi juga indah.

“Saat ini kita hidup dalam budaya temporer dengan semakin banyak orang sekedar tidak mau melihat pernikahan sebagai sebuah komitmen dalam masyarakat. Revolusi sikap dan moral ini sering dianggap sebagai kebebasan, tapi kenyataannya hal itu telah membawa kehancuran rohani dan jasmani terhadap tak terhitung manusia, terlebih khusus yang paling miskin dan yang palin rentan.

“Bukti-bukti menumpuk bahwa kemunduran dalam budaya pernikahan terkait dengan peningkatan kemiskinan dan begitu banyak masalah sosial lainnya, dan secara luas mempengaruhi perempuan, anak-anak dan lanjut usia. Mereka yang selalu harus menderita dalam krisis ini.”

Pemimpin umat Kristen Katolik itu membandingkan krisis lingkungan sosial masyarakat dengan krisis ekologi saat ini.

“Lingkungan sosial, seperti lingkungan alam, perlu perlindungan.” Paus Fransiskus menilai bahwa manusia telah mengenali bahaya yang mengancam lingkungan hidup, tapi lambat melihat bahwa lingkungan sosial kita yang rapuh juga sedang terancam.

“Keluarga adalah fondasi kehidupan bersama dan jaminan melawan fragmentasi sosial. Anak-anak memiliki hak untuk tumbuh dalam keluarga dengan ayah dan ibu yang sanggup menciptakan lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan emosional anak,” katanya menekankan apa yang telah diungkapkannya dalam Nasihat Apostolik Evangelii Gaudium (Sukacita Injil) bahwa sumbangan pernikahan bagi masyarakat “sangat diperlukan” (indispensable).