Pemimpin gereja minta media berhenti membuat masyarakat trauma dengan berita kejahatan

Patriark Ilya II Gereja Ortodoks Georgia. (Foto via pravmir.com)

Patriark Ilia II, kepala Gereja Ortodoks Georgia, dalam khotbahnya di Katedral Trinitas Suci di Tbilisi, minta supaya para jurnalis termasuk pemerintah untuk berhenti menyebarkan propaganda kematian, demikian media Pravoslavie mengutip PIA.

“Saya ingin menyampaikan kepada press kita, televisi kita, pada para jurnalis dan pemerintah kita yang terhormat: Ketika kita meliput peristiwa-peristiwa negatif ini, kita membuat masyarakat kita trauma,” ungkap Patriark Ilia II pada Minggu, 28 September lalu, merujuk pada berbagai berita tentang pembunuhan dan kejahatan serupa lainnya.

Ia mengungkapkan bahwa berita-berita demikian memberi kesan kepada orang-orang muda dan anak-anak bahwa kejahatan itu bisa dilakukan. “Karena itu, barangkali kita bisa mencari jalan untuk melaporkan semua pembunuhan ini sejarang mungkin.

“Ketika masyarakat kita melihat para pembunuh ini, hampir setiap hari melihat pembunuhan dan perang, semua ini membuat mereka stress berat. Itu sebabnya, kita tidak boleh melakukannya.

“Tapi seperti yang kita tahu bersama masih ada kebaikan di dalam dunia. Banyak perbuatan baik di lakukan di mana-mana, termasuk di negara kita.

“Mari kita memberi tahu masyarakat kita tentang yang baik, angkat masyarakat kita, dorong mereka untuk melakukan hal yang baik. Melakukan hal yang baik memberikan kita kekuatan dan harapan untuk masa depan,” ungkapnya mengingatkan berkat yang Tuhan beri untuk Georgia.

Keprihatinan Patriark Ilia II juga relevan dengan pemberitaan berbagai media yang terkesan eksploitatif terhadap kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan.