Pasca Tataaran berdarah mahasiswa Papua kuatirkan keamanan mereka

Aparat keamanan menggelar pertemuan interen antara mahasiwa Unima asal Papua dan warga Tataaran Minahasa untuk mencegah konflik berlanjut, Minggu (19/10/2014).

Aparat keamanan menggelar pertemuan interen antara mahasiwa Unima asal Papua dan warga Tataaran Minahasa untuk mencegah konflik berlanjut, Minggu (19/10/2014). (Foto: Tribun Manado)

Tribun Manado — Usai pertikaian yang melibatkan mahasiswa asal Papua dan warga masyarakat Tataaran, Minahasa, yang terjadi pada Minggu (19/10/2014) dini hari, pihak pemerintah mengadakan diskusi interen yang melibatkan pihak-pihak yang terlibat pertikaian.

Walaupun keadaan terpantau mulai kondusif, namun mahasiswa asal Papua pun kini diselimuti rasa takut untuk melanjutkan kuliah. Salah dari seorang mahasiswa yang sementara saat ini sementara menimba ilmu di Universitas Negeri Manado (UNIMA), di depan Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor dan Dandim 1302 Minahasa Letkol Teguh Heri Susanto, mengaku takut untuk melanjutkan kuliahnya dengan alasan takut akan kondisi yang sempat bergejolak.

Selengkapnya

 

 

Diedit 28 Oktober 2014.