Kerajinan keramik telah menjadi Budaya turun temurun di Desa Pulutan Remboken

Kerajinan keramik Desa Pulutan Remboken

TONDANO – Kerajinan keramik di Desa Pulutan, Kecamatan Remboken telah menjadi tradisi turun temurun bagi masyarakat setempat baik dari kalangan orangtua hingga anak-anak sekarang ini, umumnya mereka dibekali dengan ilmu kerajinan untuk membuat keramik.

Memasuki era modernisasi warga Desa Pulutan Remboken tidak mau kehilangan tradisi mereka dan secara terus-menerus menjaga tradisi turun-temurun tersebut agar tak punah dengan membudidayakan keterampilan tersebut melalui proses-proses pembelajaran khusus yang turut melibatkan anak-anak desa setempat.

“Selama saya hidup, saya selalu dikelilingi keramik. Itu juga mulai dari orangtua. Pernah saya bertanya kepada orangtua saya tentang sejak kapan kerajinan ini mulai digeluti pun kata mereka sudah sejak dulu. Jadi tidak tahu pasti entah sejak kapan keterampilan membuat keramik ini ada di Pulutan, tak tahu pasti. Pokoknya yang pasti sudah sejak lama,” ujar salah satu pengrajin lainnya pada pusat pelatihan di Desa Pulutan, Ferry Tielung kepada TRIBUNMANADO

Sebelum keramik, dulu warga Pulutan juga memproduksi belangan dari tanah, atau juga yang disebut ‘kure’ dalam bahasa khas daerah Minahasa. Proses tersebut terus berkembang hingga sampai pada proses pembuatan keramik porselen.
Adapun anak-anak di Desa Pulutan Remboken tak urung sering mendapat pelatihan dari mereka para pengrajin yang telah mahir dalam keterampilan kerajinan tangan tersebut.

“Untuk menjaga tradisi budaya keramik ini, anak-anak di sini kami beri pelatihan khusus melalui pusat pelatihan yang ada di Desa Pulutan. Anak-anak yang turut serta pun bisa memantapkan penguasaan akan keterampilan tersebut di rumah masing-masing mereka, karena mayoritas warga Desa Pulutan adalah pemroduksi keramik. Mereka, anak-anak Desa Pulutan juga sudah cukup terampil dalam keterampilan kerajinan tangan tersebut, walaupun masih tampak sangat mudah,” ujar Alex Buyung, salah seorang Warga Desa Pulutan yang juga merupakan figur pelatih yang melatih kerajinan tersebut pada anak-anak Desa Pulutan.

Kemahiran dan kualitas dari para pengrajin keramik di Desa Pulutan pun telah mampu menggiring mereka untuk sampai beberapa kali memenangkan kompetensi di event-event yang bertajuk tingkat propinsi. Adapun gelar-gelar yang sejauh ini telah diperoleh oleh para pengrajin keramik Desa Pulutan yaitu : juara 1 lomba IKM se Sulut tahun 2008 dan juara 2 lomba GKM IKM pada tingkat provinsi. Selain lomba-lomba antar propinsi ada pun utusan-utusan warga Desa Pulutan yang saat ini telah dikirim ke luar daerah untuk memberi pelatihan kerajinan tersebut.

Potensi keramik di Desa Pulutan, tak urung kini telah menjadi salah satu wisata unggulan di Minahasa.
Menurut Alex warga Desa Pulutan, setiap hari rata-rata mereka menerima kurang lebih lima tamu. Baik wisatawan local maupun wisatawan luar negeri.
“Ini adalah desa wisata, banyak turis yang datang. Sehingga warga pun telah terlatih untuk menerima wisatawan dengan santun. Baik dari proses bagaimana cara Warga memberikan informasi yang baik serta tepat bagi para wisawatan, sehingga ketika mereka melakukan kunjungan di Desa Pulutan, hal berkesan akan mampu mereka peroleh dari Desa tersebut,” tutup Alex.
Sumber Berita : Kru Tribun Manado

http://www.minahasa.go.id/berita-terkini/inilah-tradisi-turun-temurun-di-desa-pulutan-remboken.html