Gubernur Sulut sesalkan pertikaian di Tataaran, jamin keamanan mahasiswa Papua dan upaya rekonsiliasi

Gubernur Sulawesi Utara, S H Sarundajang. (Foto: Sulutlink)

Gubernur Sulawesi Utara, S H Sarundajang. (Foto: Sulutlink)

Pemimpin daerah Sulawesi Utara Dr Sinyo H Sarundajang menekankan jaminan keamanan bagi para mahasiswa Papua yang sedang menimba ilmu di Sulut. Hal itu disampaikannya di hadapan ratusan mahasiswa Papua yang melakukan unjuk rasa damai di Kantor Gubernur, Selasa (21/10).

Para mahasiswa Papua yang datang dari sejumlah institusi pendidikan tinggi di wilayah Sulut itu menuntut perhatian Pemprov Sulut terhadap peristiwa tragis yang menimpa Petius Tabuni, mahasiswa Politeknik Negeri Manado, yang tewas dalam tindak kekerasan yang dipicu penyalah-gunaan minuman keras.

Perkelahian yang melibatkan warga masyarakat Tataaran itu terjadi pada Minggu, 19/10 dini hari. Selain korban tewas, beberapa mahasiswa dan anggota masyarakat yang terlibat mengalami luka-luka dan harus dibawa ke rumah sakit.

Sebelumnya, Gubernur Sulut pada Senin, 20/10 mengaku melakukan koordinasi dengan Gubernur Papua terkait masalah yang tidak diinginkan semua pihak itu.

Di hadapan mahasiswa ia mengaku “sangat kesal” dengan peristiwa itu, dan meminta supaya mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan di Manado (Sulut).

Gubernur “mengimbau kepada mahasiswa Papua untuk tidak berhenti kuliah, tetap melanjutkan kuliah dengan baik, tetap belajar di Sulut, setelah berhasil menimba ilmu barulah kembali ke tanah Papua dan melaksanakan pembangunan,” tulis Tribun Manado.

“Gubernur telah meminta pihak keamanan untuk dengan benar melindungi put[e]ra put[e]ri Papua yang ada di Sulut, dan berharap kepada semua mahasiswa untuk berdoa dan menerima kenyataan walaupun keadaan begitu berat, tapi akan berangsur normal kembali.”

Dalam unjuk rasa damai para mahasiswa Papua meminta pihak-pihak yang berkompeten untuk memperhatikan, selain masalah keamanan, juga masalah-masalah lainnya yang dihadapi oleh para mahasiswa.

Tuntutan lainnya adalah supaya pihak kepolisian mengungkap pelaku pembunuhan itu, dan meminta Pemprov sulut untuk campur tangan dalam pemulangan jenazah korban ke keluarganya.

Gub. Sarundajang menanggapi positif permintaan para mahasiswa, bahkan mengatakan bahwa ia sendiri yang akan menanggung pemulangan jenazah korban.

Menanggapi permintaan koordinator aksi, Jon, kepada Pemprov Sulut untuk memfasilitasi rekonsiliasi, Gub. Sarundajang menanggapi bahwa pihaknya akan mempertemukan semua pihak yang terkait “sehingga [masalah ini] tidak berlarut-larut, agar saudara-saudara sekalian dapat kembali menuntut ilmu secara aman dan nyaman di Sulut,” demikan dikutip Detik Kawanua.

Kepala Biro Humas dan Pemerintahan Setda Provinsi Sulut,  Lynda Wantania MSi, di Manado, Rabu (22/10) mengatakan kepada Tribun pesan Gubernur yang “mengingatkan dengan tegas kepada semua pihak untuk menghindari konsumsi minuman keras, karena dapat menyebabkan hal hal yang tidak diinginkan bersama.”