Vatikan desak dukung peran PBB menghadapi masalah internasional, ISIS

Kardinal Leonardo Sandri, pejabat Vatikan urusan gereja-gereja Timur, mendesak para uskup Amerika Serikat untuk mendukung peran Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam pengambilan keputusan dan tindakan menyangkut masalah internasional.

“…sekalipun sebagai warganegara AS, kalian dipanggil untuk mendukung peran PBB, terlebih yang [kantor pusatnya] ada di New York, sebagai badan yang tepat untuk pengambilan keputusan-keputusan dan intervensi konkrit menyangkut masalah-masalah yang menjadi keprihatinan internasional,” ungkapnya pada 10 September 2014, seperti dikutip AsiaNews.

Desakan itu terungkap beberapa jam sebelum presiden AS, Barack Obama, memberikan pidato menyangkut aksi militer terhadap kelompok teroris yang disebut dengan sejumlah nama termasuk ISIS.

Profesor Daoud Khairallah, pengajar di Georgetown University mengungkapkan kepada RT (12/9/14) bahwa AS tidak dapat menggalang koalisi melawan ISIS di Suriah tanpa kerja sama pemerintah lokal dan persetujuan PBB, karena jika demikian maka merupakan pelanggaran hukum internasional.

Para demonstran yang menuntut pembubaran NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) di Wales, Inggris, baru-baru ini menilai NATO sebagai kekuatan yang dipimpin AS untuk kepentingan penguasa dan yang kaya, mempercepat militerisasi, melangkahi PBB dan hukum internasional, dan meningkatkan belanja persenjataan.

Dalam penerbangan sesudah kunjungannya ke Korea (bagian Selatan) Paus Fransiskus mengungkapkan bahwa adalah sah menghentikan penyerang yang tidak adil.

“Saya menggarisbawahi kata ‘menghentikan’. Saya tidak mengatakan ‘bom’ atau ‘perangi’, tapi menghentikannya (pelaku penyerangan). Cara untuk dapat menghentikannya harus dievaluasi. Menghentikan penyerang yang tidak adil adalah sah,” katanya.

Menurut Paus satu negara tidak bisa menilai bagaimana penyerang yang tidak adil ini harus dihentikan. Dia mengatakan PBB adalah forum yang tepat untuk mempertimbangkan apakah ada penyerangan yang tidak adil dan bagaimana untuk menghentikannya.