Umat Muslim Jerman protes ISIS, pimpinan Yahudi mendukung

Rali umat Islam di Jerman menentang ISIS (Foto: Layar diam Ruptly).

Shalat Jumat di sekitar 2000 masjid di Jerman menjadi rali protes terhadap kelompok Negara Islam (IS/ISIS/ISIL) yang dinilai merusak citra Islam.

Aiman Mazyek, Ketua Majelis Islam Pusat (MIP) di Jerman, pada hari Jumat mengatakan bahwa umat Islam di Jerman tidak boleh diam saja terhadap penyalah-gunaan iman Islam. Menurutnya ISIS “pada sebenarnya adalah teroris dan pembunuh.”

“Islam adalah agama damai,” ungkap Ketua MIP, seperti dikutip RT (23/9/14). Ia menambahkan bahwa MIP “ingin memperjelas bahwa mayoritas Muslim [di Jerman] dan di seluruh dunia berpikir dan bertindak berbeda [dari ISIS].”

Berlin, Stuttgart, Hanover, dan Mölln termasuk dalam sembilan rali besar umat Muslim di seluruh Jerman.

Jerman telah melarang aktivitas ISIS di negara itu, dan mendukung pejuang Kurdi melawan ISIS. Pihak berwenang memperkirakan sekitar 400 warga negara Jerman bergabung dengan ISIS.

Dieter Graumann, Ketua Majelis Yahudi Pusat (MYP) Jerman menyambut baik rali tersebut. Ia mengungkapkan bahwa langkah asosiasi Muslim menentang fanatisme agama dan terorisme adalah hal yang baik, demikian Deutsche Welle dilansir RT.

Umat Islam dan Yahudi sama-sama merasakan dampak negatif sentimen anti-Islam dan anti-Yahudi di Eropa akibat situasi di Timur Tengah, terutama ketika Israel saling serang dengan kelompok Hamas.

Pada akhir Agustus lalu Dewan Perwakilan Yahudi dan Majelis Islam Inggris mengeluarkan pernyataan bersama menyerukan kerja-sama antar-agama dan mengutuk korban sipil di Gaza, termasuk sikap anti-Semit dan anti-Islam, serta menyerukan kepada kedua komunitas untuk “menduakalikan upaya untuk bekerja sama dan saling mengenal satu dengan yang lain.”