Pendeta Nigeria mendesak umat Kristen dan Islam untuk mendoakan “Boko Haram”

Pemerintah Nigeria masih belum berhasil membawa pulang para siswi Chibok yang diculik kelompok teroris yang terkenal dengan sebutan “Boko Haram.” Media lokal ThisDay dalam tulisan editorialnya mendorong pemerintah federal Nigeria untuk memaksimalkan upaya penyelamatan anak-anak gadis belia itu.

“Hari ini tepat 150 hari lalu, 276 anak gadis diculik oleh pemberontak Boko Haram dari Sekolah Menengah Pemerintah di Chibok, negara bagian Borno. [57] dari mereka telah berhasil melarikan diri dari para penculik mereka, sementara 219, usia 15-19 tahun, masih di tangan para teroris di suatu tempat di Hutan Sambisa,” tulis ThisDay.

Para orang tua telah mendesak pemerintah untuk menyerang para pemberontak, jika perlu, menanggapi kekuatiran pemerintah akan korban jika menggunakan langkah militer. Mereka merasa lebih baik bila pun tinggal tubuh yang dibawa pulang, dari pada anak-anak mereka hidup dalam keadaan yang tak terpikulkan itu.

Sementara itu, seorang sumber militer senior yang dikutip ThisDay mengatakan tentara Nigeria telah merebut kembali kota Bazza dari kelompok teroris dengan bantuan serangan udara terhadap pertahanan-pertahanan kelompok teroris.

Menyikapi tindak anarkis kelompok teroris ini, Pdt Joseph Otubu, dalam khotbahnya di perayaan 50 tahun Gereja Kerubim dan Serafim Motailatu di wilayah Lagos akhir Agustus lalu, mengatakan bahwa warga Nigeria perlu berdoa supaya Allah menyentuh hati para anggota Boko Haram supaya mereka berhenti membunuh orang-orang tak bersalah dan mengancurkan harta milik mereka, karena Allah yang menciptakan mereka.

Ia menyerukan kepada umat Kristen dan Islam untuk berpaling kepada Allah dalam doa dan permohonan yang sungguh-sungguh dan tulus untuk hadirnya jalan keluar yang langgeng untuk Boko Haram dan masalah keamanan lainnya.