Patriark Antiokhia: Muslim perlu Kristen melawan ekstrimisme, sekularisme dan konsumerisme

Patriarch Ignatius Aphrem II_pravmir

Patriark Antiokhia Gereja Ortodoks Suriah, Ignatius Aphrem II. (Foto: Pravmir)

Patriark Antiokhia Gereja Ortodoks Suriah, Ignatius Aphrem II, mengatakan bahwa Muslim dan Kristen perlu bekerja sama untuk memulihkan kembali martabat manusia sebagai gambar Allah di dunia.

Hal tersebut diungkapkannya di hadapan para pemimpin gereja di Timur Tengah, para pemimpin Kristen, politikus, dan aktivis yang hadir pada pertemuan In Defense of Christian (membela umat Kristen) yang diselenggarakan di Washington, DC, 9-11 September 2014.

“Banyak orang Kristen dipaksa untuk meninggalkan agama mereka sebagai akibat dari pengenaan jizyah berat, pajak perorangan, pada mereka. Mereka sering mengalami banyak penganiayaan, terutama pada masa Mongol dan Ottoman,” ungkap Patriark Ignatius seperti dikutip media Pravmir.

“Genosida penduduk Armenia dan orang Kristen berbahasa Suriah yang terjadi selama Perang Dunia Pertama menyebabkan jutaan orang Kristen dibunuh. Bahkan, kita semua memperingati peristiwa tragis ini sepanjang tahun depan karena ulang tahun keseratus dari kebiadaban ini.

“Saya yakin bahwa umat Islam perlu umat Kristen untuk menantang diri mereka sendiri untuk hidup dalam masyarakat majemuk dan multi-agama di mana mereka dapat menegaskan identitas mereka tanpa takut terhadap yang lain. Muslim harus mampu merangkul nilai-nilai toleransi dan penerimaan terhadap yang lain sebagai tanda kepercayaan diri untuk membuktikan bahwa Islam sebagai agama dapat hidup berdampingan dengan agama-agama lain tanpa perlu untuk menyerap yang lain atau rasa takut bahwa ia dapat diserap oleh yang lain. Hidup dalam isolasi akan membuat Muslim tidak tahu yang lain, dan ketidaktahuan adalah ibu dari semua rasa takut.

“Ini saatnya bagi para akademisi dan pemimpin agama Islam untuk membuktikan kepada dunia bahwa kelompok-kelompok ini tidak mewakili ajaran Islam yang benar.

“Muslim perlu Kristen untuk bersama-sama melawan ekstremisme. Muslim perlu Kristen untuk berjuang bersama-sama melawan sekularisme, musuh bersama semua orang percaya dari semua agama. Muslim perlu Kristen untuk berjuang bersama-sama melawan komersialisme – manusia telah menjadi komoditas yang dijual. Kita harus bersama-sama untuk memulihkan kembali martabat manusia sebagai citra Allah di bumi.

“Saya menyimpulkan dengan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk membantu kami orang Kristen yang tinggal di tanah air kami, di tanah yang nenek moyang kami selama dua ribu tahun menyaksikan Kristus dan dalam ribuan tahun hidup sebagai orang-orang, masyarakat adat dari tanah tersebut.

“Dengan menyerukan kepada mereka [masyarakat internasional] untuk membantu kami tetap di tanah air kami, kami juga ingin mereka berupaya keras untuk memastikan bahwa orang-orang Kristen harus dilindungi, harus dijaga martabatnya, dengan hormat, dan tidak boleh menjadi sasaran serangan seperti yang kita lihat saat ini.”