File Snowden: Agen penyusup dan perangkat untuk memanipulasi aktivitas online

2ab70-snowden_reuters

(Foto: Reuters)

Agen mata-mata Inggris telah mengembangkan perangkat untuk memantau dan menyisir dunia maya, termasuk menanam informasi palsu bila perlu, ungkap Glenn Greenwald ketika mengungkapkan data baru dari file Snowden.

Perangkat itu diciptakan oleh Gabungan Penelitian Ancaman Intelijen (JTRIG) di bawah Kantor Komunikasi Pemerintah (GCHQ), demikian menurut dokumen bocor itu.

Antara lain perangkat itu dapat memanipulasi poll online, wall post Facebook, melacak lokasi bahkan melumpuhkan akun target secara permanen di komputernya.

File bocor sebelumnya telah merinci penggunaan JTRIG akan berbagai bentuk atau cara memanipulasi secara psikologis para aktivis online.

Snowden files: Manipulating polls, netting from LinkedIn, YouTube in GCHQ bag of tricks, RT.com, 15 Juli 2014.

 

Agen rahasia menyusup ke internet untuk memanipulasi, menyesatkan, dan merusak reputasi

Dua taktik JTRIG: 1) Memuat berbagai bahan yang tidak benar di internet dengan maksud menghancurkan reputasi target-targetnya; dan 2) memanfaatkan social science dan teknik lainnya untuk memanipulasi diskusi dan aktivitas online untuk mendapatkan hasil yang dinilai lebih diinginkan.

False flag operations” adalah taktik untuk memuat bahan di internet dan membuatnya seperti dimuat oleh orang yang menjadi target perusakan reputasi, fake victim blog posts adalah berpura-pura menjadi korban dari orang tertentu yang dijadikan target, dan memuat “informasi negatif” dalam berbagai forum.

Tujuan JTRIG: “menggunakan teknik dalam dunia maya untuk membuat sesuatu terjadi di dunia nyata atau dunia siber,” termasuk “information ops (mempengaruhi dan mengacaukan).

Mengidentifikasi dan mengeksploitasi titik perpecahan.

Glenn Greenwald menggaris bawahi bahwa “seharusnya tidak ada pemerintah yang menggunakan taktik-taktik seperti ini, pembenaran dari mana jika agen pemerintah menargetkan masyarakat – yang tidak dituduh dengan kejahatan apa-apa – untuk penghancuran reputasi, menyusup ke komunitas politis online, dan mengembangkan teknik memanipulasi diskusi online?”

Menurutnya, mengijinkan praktek demikian tanpa pengetahuan publik atau akuntabilitas adalah hal yang tak dapat dibenarkan.