Australia serukan tujuh hari doa dan puasa untuk umat Kristen di Irak, Suriah dan Timur Tengah

 

Tim Hari Doa dan Puasa Nasional bersama para pemimpin Kristen di Australia telah mengumumkan seruan mendesak meminta orang-orang Kristen dan gereja-gereja di negara itu untuk berdoa dan berpuasa dalam menghadapi situasi kritis di negara itu dan di Timur Tengah.

Doa dan puasa itu dijadwalkan dari 28 Agustus sampai 3 September, dengan berdasar pada 2 Tawarikh 7:14:

dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

dan Yoel 2:15-17:

Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua,kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya; baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: “Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?”

Seruan doa dan puasa yang dikeluarkan 26 Agustus itu, menurut situs Hari Doa Nasional Australia, difokuskan pada empat hal, di antaranya adalah berdoa bagi orang-orang Kristen di Irak, Suriah dan Timur Tengah yang menghadapi penganiayaan berat karena iman mereka; memohonkan perlindungan malaikat Tuhan bagi mereka dan bagi bangsa-bangsa di dunia supaya datang membantu mereka.

Selain itu, doa dan puasa juga diarahkan untuk terjadinya ledakan penginjilan dan pencurahan Roh Kudus, serta kebangunan rohani dalam Gereja yang membawa transformasi bagi bangsa. Karena, “hanya Gereja yang telah mengalami pemulihan dan yang bersatu yang dapat membawa kesembuhan bagi masyarakat dan bangsa yang rusak dan terpecah-pecah.”

Menggumuli ancaman terhadap institusi pernikahan, seruan itu juga mengajak orang Kristen untuk berdoa supaya definisi pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita dapat dipertahankan di tengah upaya radikalisme sosial yang sedang mendorong pemerintah Koalisi di Australia meninggalkan komitmen pemilu mereka untuk mempertahankan definisi pernikahan tradisional.

“Melindungi dan mendukung perkawinan dan keluarga alami adalah cara terbaik untuk melindungi anak-anak. Masalah redefinisi pernikahan, setelah isu aborsi dan pembunuhan orang-orang tak bersalah, adalah masalah keadilan sosial terbesar di zaman kita.”

Menyambut peringatan Hari Ayah, 7 September 2014, di Australia seruan itu juga mengajak supaya berdoa Tuhan kiranya akan membangkitkan pria dan wanita dengan roh Elia “untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya.

Hari Doa dan Puasa Nasional Australia dijadwalkan pada 15 Februari 2015 di Canberra dan sekitarnya dengan tema Destiny (takdir/tujuan). Kegiatan itu akan diikuti dengan 40 hari doa dan puasa melewati Masa-Masa Sengsara Kristus (Lent) 18 Februari-20 Maret 2015.