Tragis: New York hukum pengusaha Kristen karena menolak menyewakan bisnis untuk ‘perkawinan’ sesama jenis

“Kami adalah bisnis keluarga, dan kami merasa kami harus tetap di jalur keluarga.”

lr farm

Liberty Ridge Farm, New York (Foto: via CCN).

Seorang hakim di New York, Amerika Serikat, menghukum denda pengusaha Kristen yang menolak menyewakan lahan pertanian yang mereka kelola sebagai tempat dua pasangan sesama jenis melakukan ‘pernikahan’ mereka.

Dalam perintah pelaksanaan putusan bertanggal 8 Agustus 2014, hakim administrasi negara Migdalia Pares memerintahkan Liberty Ridge Farm (LRF) di Schaghticoke untuk membayar denda USD 10,000 ditambah uang untuk pasangan itu, masing-masing USD 1,500. 

Selain itu LRF juga diperintahkan untuk menyediakan pelatihan dan prosedur “anti-diskriminasi” di lingkungan kerja mereka, yaitu untuk tidak menolak permintaan dari pelaku praktek hubungan sejenis. 

 

DISKRIMINASI AGAMA

Jason McGuire, direktur eksekutif dari organisasi New York untuk Kebebasan Konstitusi, mengecam keputusan itu. Dalam keterangannya ia mengatakan bahwa siapapun dapat datang menikmati layanan di LRF. Namun pemilik usaha itu memberi batasan terhadap keterlibatan pribadi mereka dalam acara yang melanggar hati nurani mereka.

Apa yang ingin dihindari pemilik usaha itu, menurut McGuire, adalah berpartisipasi dalam perayaan hubungan sejenis sehingga melanggar perintah Kitab Suci yang melarang mengambil bagian dalam dosa orang lain. 

Ia menunjukkan bahwa ketika ‘pernikahan’ sejenis dilegalkan di New York pada 2011 lalu, orang Kristen dan pengikut agama lain diyakinkan bahwa mereka dilindungi oleh amendemen kebebasan beragama, tapi kenyataannya tidak demikian. 

Di AS ada tempat-tempat untuk acara pelaku hubungan sejenis, dan mereka dapat saja melakukan kemauan mereka di situ. Namun, para pengusaha Kristen semakin nampak ditargetkan untuk agenda sosial politik mereka, sehingga mengalami diskriminasi karena keyakinan iman.

Kritik membandingkan kemauan para aktivis homoseksualisme terhadap pengusaha Kristen adalah sama dengan menuntut hidangan makanan babi di restoran Muslim.

 

BISNIS ADALAH MORALITAS

Kasus ini dimulai pada tahun 2012 ketika dua orang perempuan menghubungi LRF yang menyewakan lokasi untuk pernikahan dan kegiatan luar lainnya. Ketika mengetahui situasi yang ada, bahwa kedua perempuan itu adalah pelaku praktek hubungan sejenis yang mau ‘menikah’ di LRF, pemilik Robert dan Cynthia Gifford, mengatakan bahwa mereka tidak bisa membantu. 

LRF juga merupakan tempat tinggal suami-isteri pemilik usaha itu.

Dalam keputusannya hakim mengatakan bahwa kebijakan LRF untuk tidak menerima acara ‘pernikahan’ sejenis merupakan “penolakan akses terhadap akomodasi publik.”

Menurut hakim itu denda yang diberikan adalah untuk “mencegah” bisnis yang mengikuti keyakinan mereka menolak menyediakan layanan bagi perayaan hubungan sejenis. 

Robert mengatakan kepada media bahwa ia percaya bahwa ia memiliki hak tentang bagaimana ia menjalankan bisnisnya, dan hal itu bukan mengenai uang, melainkan moralitas, tulis CCN

“Kami adalah bisnis keluarga, dan kami merasa kami harus tetap di jalur keluarga.”