Mantan dutabesar Sudan Selatan: Ada “tangan tersembunyi” mendorong konflik untuk mengambil sumber daya alam

“Kami membiarkan diri kami digunakan pihak lain untuk membunuh diri kami sendiri. Dan tangan tersembunyi di belakang kami tertarik pada sumber daya kami, bukan kepada kami.”

Masyarakat Sudan Selatan yang mayoritas adalah Kristen sedang terancam oleh kelaparan di tengah konflik berkepanjangan antara Presiden dan mantan Wakil Presiden, yang telah menjurus kepada konflik antar etnik yang memilukan (Foto AP via al Jazeera).

Mantan dutabesar Sudan Selatan untuk Amerika Serikat, Ezekiel Gatkuoth, mengatakan bahwa ada “tangan tersembunyi” yang menciptakan ketidak-stabilan, karena tertarik dengan sumber daya Sudan Selatan.

“Sudan Selatan lahir karena kontribusi seluruh dunia,” ungkapnya kepada peserta konvensi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Internasional LSM Afrika di Washington, DC, 7-9 Agustus 2014, seperti dilansir RIA Novosti (8/8)

Negara kaya minyak yang memperoleh kemerdekaannya dari Sudan pada 9 Juli 2011 itu masih dililit dengan perang saudara dan ancaman kelaparan.

Pekerja PBB untuk perdamaian, Edmond Mulet, memperingatkan Dewan Keamanan Rabu lalu bahwa hampir empat juta orang, 50.000 di antaranya anak-anak, menghadapi resiko kelaparan, demikian dilaporkan al Jazeera (7/8).

 

KESEDIHAN DI SUDAN SELATAN

Kekerasan yang terjadi di Sudan Selatan telah dilabel dengan “konflik etnik” antara etnik Dinka, di dalamnya adalah Presiden Salva Kiir, dan etnik Nuer, di dalamnya mantan Wakil Presiden Riek Machar yang dituduh hendak melakukan coup de etat.

April lalu Sudan Tribune melaporkan komunitas Nuer mengklaim 17.000 lebih etnik Nuer telah menjadi korban para pengikut setia Presiden Kiir.

“Sebagai komunitas kami sedih dengan pembunuhan selektif masyarakat sipil kami berdasarkan suku dan keyakinan politik,” terungkap dalam pernyataan kelompok itu yang disampaikan kepada Sudan Tribune.

 

DIGUNAKAN PIHAK LAIN UNTUK MEMBUNUH DIRI SENDIRI

Mantan Db. Gatkuoth mengingatkan, “Kami membiarkan diri kami digunakan pihak lain untuk membunuh diri kami sendiri. Dan tangan tersembunyi di belakang kami tertarik pada sumber daya kami, bukan kepada kami.”

“Tangan tersembunyi ini tertarik dengan minyak kami, di Nigeria, Sudan Selatan, Angola, di mana-mana. Mereka menciptakan ganjalan antara dua pihak,” ungkapnya kepada RIA Novosti, menambahkan bahwa partner Internasional dapat membantu menstabilisasi Sudan Selatan dengan memberikan negara itu “ruang bernafas.”

“Karena ada tangan tersembunyi dengan berbagai kepentingan, tidak bisa ada pemerintahan yang baik. Jika ada perang, Anda tidak akan bisa memerintah.”