Jeremy Lin: Ini dosa terbesar yang saya gumuli

Jeremy Lin memakai kostum Harvard, tempat ia kuliah 2006-2010.

Pemain basket Kristen Jeremy Lin, 25, baru-baru ini mengaku dosa terbesar yang ia gumuli.

“Aku bukan orang rendah hati. Kesombongan adalah dosa terbesar yang saya gumuli.

Tapi seiring dengan bertambahnya usia, melalui pengalaman lebih banyak dalam hidup dan menghadapi hambatan-hambatan yang lebih keras, aku menyadari bahwa aku lebih berdosa dan membutuhkan Tuhan lebih dari yang pernah aku bayangkan.”

Pengakuan ini muncul sebagai tanggapan terhadap sebuah pertanyaan di media sosial di tengah upayanya untuk dekat dengan para fans.

“Bagaimana kau menjaga supaya tetap rendah hati dengan semakin banyaknya perhatian yang kau dapat?” demikian bunyi pertanyaan itu.

Ditanyakan apa yang ingin ia sampaikan kepada para peragu di dunia, ia menjawab singkat “tidak ada.” Menurutnya ia bermain untuk Tuhan.

Jeremy menjadi pemberitaan media ketika ia memimpin New York Knicks menang beruntun 7 pertandingan selama musim NBA (National Basket Association) pertamanya. Fenomena liputan media dan dukungan para fansnya kemudian disebut Christian Post Linsanity,” dari nama belakangnya.

Tahun 2012-2014 Jeremy bermain untuk tim Houston Rockets. Musim depan ia akan bermain untuk Los Angeles Lakers.

 

The Blaze