Hotel Travelodge keluarkan Alkitab dari semua kamar; Gereja Inggris: “tragis dan ganjil”

Gideon BibleTradisi menaruh Alkitab di hotel-hotel Eropa sudah berlangsung lebih dari 120 tahun yang diawali oleh organisasi pebisnis Kristen Commercial Travellers’ Christian Association.

Namun bagi yang bepergian ke Inggris, jangan berharap menemukan Alkitab di kamar hotel-hotel Travelodge.

Manajemen jaringan hotel itu menganggap bahwa sudah saatnya Alkitab di keluarkan dari kamar-kamar hotel mereka, bertepaten dengan mereka mengganti laci di mana Alkitab di simpan, sekaligus karena “keanekaragaman.”

“Alasannya adalah karena keanekaragaman. Dengan [keberadaan] negara yang semakin multikultural, kita tidak merasa adalah hal tepat untuk hanya memiliki Alkitab,” ungkap salah seorang juru bicara Travelodge. Ia menambahkan bahwa orang juga mengambil Alkitab dari ruang hotel.

Sebagai tanggapan, juru bicara Gereja Inggris mengatakan: “Tampaknya tragis dan ganjil bahwa hotel mengeluarkan firman Allah [dari dalam ruangan] demi desain ergonomis, insentif ekonomi atau definisi palsu dari kata ‘keragaman’.”

Keputusan Travelodge adalah “tindakan vandalisme budaya berdasarkan tradisi yang sudah berlangsung selama 126 tahun,” komentar Tim Stanley di situs Telegraph seperti dikutip CharismaNews

Travelodge adalah satu-satunya jaringan hotel di negara itu yang telah mengeluarkan Alkitab dari kamar hotel mereka, meskipun tidak pernah menerima keluhan dari tamu.

Jaringan hotel Premier Inn dan InterContinental Hotels, yang mengelola jaringan Holiday Inn, mengatakan bahwa Alkitab dipertahankan dalam hotel mereka.

Saat ini tradisi penyediaan Alkitab di hotel-hotel dilakukan oleh organisasi Kristen The Gideon International di 190 negara.

Tahun lalu untuk pertama kali setelah kejatuhan pemerintah komunis, media ITAR-TASS melaporkan bahwa Rusia mengijinkan Alkitab ditaruh di kamar-kamar hotel.