Puteri Meriam Ibrahim terlahir cacat akibat kondisi melahirkan di penjara

Meriam Ibrahim, wanita Kristen Sudan yang menolak menyangkal imannya sekalipun dihadapkan dengan hukuman mati, mengatakan bahwa puterinya menghadapi cacat fisik akibat harus lahir di dalam penjara ketika Meriam dibelenggu di penjara federal wanita Omdurman di Khartoum Utara, Sudan.

Bayi puteri yang diberi nama Maya lahir pada 27 Mei. “Saya melahirkan [dalam keadaan] dirantai,” ungkap Meriam. Ia tidak diborgol, tapi kedua kakinya dirantai menyebabkan ia tidak bisa membuka seperti layaknya wanita melahirkan.

Akibat dari kondisi terbelenggu saat melahirkan puterinya sekarang menderita cacat fisik, ungkap Meriam dalam wawancara dengan The Guardian, seperti dilansir Christian Post. Meriam menambahkan bahwa tidak jelas apakah nantinya Maya akan membutuhkan bantuan untuk berjalan dan ketika dia tumbuh dewasa nanti.

Meriam dan suaminya, seorang warga negara Sudan Selatan dan naturalisasi Amerika Serikat, sedang berupaya untuk meninggalkan Sudan, bersama kedua anak mereka.

Sudan Selatan yang kaya minyak memisahkan diri dari Sudan dengan dukungan AS. Negara baru itu kemudian masuk dalam perang saudara dan ketidak-stabilan. Pemerintah mayoritas Islam di Sudan mengambil sikap keras terhadap orang-orang Kristen berlatar-belakang Sudan Selatan.

Christian Post melaporkan (2/6) bahwa pihak berwenang Sudan baru-baru ini meruntuhkan bangunan gereja di Khartoum Utara dengan alasan dibangun di atas tanah pemerintah.