Bintang sepak bola Brazil Thiago Silva ternyata hampir menjadi korban aborsi

Thiago Silva (Foto: Wikipedia).

Thiago Silva adalah salah satu bintang di tim nasional sepak bola Brasil. Sejumlah komentator olah raga menyalahkan kekalahan Tim Tango pada semi final Piala Dunia tahun ini karena Thiago tidak diberi kesempatan bermain di game itu.

Dalam video dokumenter mini tentang kehidupannya, ternyata bek handal ini pernah hampir kehilangan kesempatan untuk menghirup udara, apalagi menendang bola.

Thiago Silva sekarang bermain di liga besar di Eropa. Dia tinggal di Paris dan bermain untuk juara Prancis, Paris Saint Germaine. Selain skill yang besar sebagai pemain belakang, iman Kristen yang mendalam Thiago Silva terlihat sebelum dan sesudah pertandingan ketika ia berdoa.

Meskipun Thiago Silva lahir dari keluarga miskin yang tinggal di dekat tempat kumuh dan berbahaya di kota Rio de Janeiro, ia berhasil mengatasi berbagai tantangan dan mencapai sukses besar di mata dunia.

Sebagai pemain sepak bola profesional, Thiago Silva telah memenangkan banyak penghargaan, termasuk disebut sebagai salah satu dari 11 pemain Eropa selama tiga tahun berturut-turut. Tapi tidak ada yang melebihi pemberian sang ibu dan kakeknya yang membuatnya tetap hidup.

Sebuah laporan yang dibuat oleh Globo TV Channel, stasiun TV terbesar di Brazil, mengungkapkan Bahwa ibu Thiago, Angela, sudah memiliki dua anak – laki-laki dan perempuan – ketika dia mengandung Thiago. Merasa ia tidak mampu untuk membesarkan anak dalam kandungan itu, meskipun merasakan sakit yang sangat mendalam membayangkan menggugurkan bayinya, sang ibu merasa yakin dia tidak punya pilihan lain.

“Aku duduk di pangkuan ayahku dan menangis tersedu-sedu. Aku tidak ingin melakukan aborsi tapi aku tidak bisa memiliki anak lain,” katanya ibu Thiago. Namun kakeknya, ayah dari ibunya, meyakinkan dia untuk tidak menggugurkan bayinya. “Ayah saya tidak menginjikan saya untuk melakukan dosa ini,” kenang ibu Thiago.

Tinggal di dekat sebuah wilayah kumuh yang rawan tindakan kriminal tidak membuat Thiago berpaling pada kejahatan. Sebaliknya, Thiago memilih untuk mengikuti Tuhan dan mengejar mimpinya menjadi pemain sepak bola profesional. “Kami selalu mendengar suara tembakan. Polisi sering datang ke lokasi tempat tinggal kami. Ketika aku sampai di rumah aku akan berterima kasih kepada Tuhan untuk menibakan saya di rumah dengan aman,” akunya.

Hidup tidak pernah mudah bagi Thiago dan karier bola profesionalnya tidaklah berbeda. Tapi dengan kerja keras dan disiplin, kegagalan yang dia hadapi pada awalnya segera berubah menjadi sukses. Setelah bermain untuk sebuah tim Rusia, ia masuk ke Eropa dan bermain untuk Perancis Paris Saint Germaine.

Kisah Thiago dengan tekad dan kerja kerasnya adalah contoh mengapa kita tidak boleh menyerah pada godaan untuk menentukan potensi manusia lain dalam hidup, terutama mereka yang masih dalam kandungan. Thiago tidak menjadi seorang kriminal, sekalipun dibesarkan di lingkungan yang rawan kejahatan. Ia bertahan dan meraih mimpinya. Sekarang, ia adalah salah satu bek tengah terbaik di dunia dan pembawa inspirasi bahwa setiap kita punya peluang.

LSN

 

%d bloggers like this: