Gub Texas: Orang bisa memilih melakukan atau tidak melakukan sesuatu sekalipun jika ada kecenderungan genetik

Gubernur negara bagian Texas, Amerika Serikat, Rick Perry, mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa sekalipun seseorang merasa terdorong untuk mengikuti gaya hidup tertentu, ia punya kemampuan memilih untuk tidak mengikutinya.

[TERKAIT: 6 mitos hak gay dan pendekatan pastoral kristiani]

“Apakah Anda memiliki dorongan atau tidak untuk mengikuti suatu gaya hidup tertentu, Anda punya kemampuan untuk memutuskan tidak melakukannya,” ungkap Gub. Perry ketika ditanyakan apakah ia melihat ketertarikan pada sesama jenis sebagai sebuah kelainan.

“Saya bisa saja memiliki kode genetik yang membuat saya punya kecenderungan untuk menjadi seorang pecandu alkohol, tapi saya memiliki keinginan untuk tidak melakukan hal itu, dan saya melihat isu homoseksualitas demikian juga.”

Pernyataan Gub. Perry terhitung berani karena diungkapkan di tengah kehadirannya di forum Commonwealth Club, di San Francisco, AS, kota yang dicitrakan sebagai ramah praktek sodomi.

Kutipan wawancara di atas dilansir Aljazeera lewat San Francisco Chronicle, keduanya menyudutkan gubernur itu.

Para aktivis homoseksualisme terus berupaya mendiskreditkan tokoh masyarakat yang menolak menyerah pada agenda mereka, dan mencitrakan mereka sebagai pembenci atau bodoh.

Aljazeera adalah salah satu media yang di satu sisi mengangkat suara Islam sementara di pihak lain arah kebijakan editorialnya pro-praktek homoseks. Wartawannya menilai pernyataan gubernur yang masuk akal seperti itu sebagai salah satu “kasus sindrom-kaki-di-mulut” (maksudnya bodoh).

Gub. Perry memiliki reputasi menolak praktek homoseks dan telah mengeluarkan kebijakan yang membalik praktek aborsi di Texas. Data resmi menunjukkan bahwa lebih 50 juta anak telah menjadi korban aborsi di AS sejak kasus Roe vs. Wade di negara bagian yang dipimpinnya pada tahun 1973.

 

 

Terakhir diperbarui 9 Agustus 2015.