Vatikan serukan pembebasan; Mesjid Al-Azhar Mesir mengutuk penculikan para siswi di Nigeria

Dalam sebuah pernyataan tertanggal 6 Mei Mesjid Al-Azhar Mesir mengutuk penculikan para siswi di Nigeria oleh kelompok teroris yang terkenal dengan sebutan “Boko Haram” (BH).

“[T]indakan ini tidak sama sekali tidak tidak memiliki kaitan dengan ajaran Islam yang mulia,” demikian salah satu bunyinya, seperti dikutip oleh Christian Today Australia. Pernyataan itu mengutuk kegiatan BH sebagai “tidak islami” dan menuntut supaya para siswi segera dibebaskan.

276  pelajar sekolah menengah dilaporkan masih hilang, setelah kelompok radikal yang telah membunuh ribuan orang, kebanyakan Kristen, menyerang sebuah sekolah perempuan di Chibok, Nigeria, pada April 2014.

Pihak militer Nigeria telah diturunkan untuk membawa kembali para gadis, namun sampai saat ini belum ada hasil yang memuaskan. Sekitar 90% dari antaranya beragama Kristen, sedang sisanya memeluk agama Islam.

Menurut laporan media, Abubakar Shekau, pemimpin BH, mengaku bertanggung jawab atas penculikan dan mengancam untuk menjual gadis-gadis itu ke dalam perbudakan, serta melakukan serangan lebih lanjut terhadap sekolah-sekolah.

Dalam pernyataan 8 Mei Tahta Suci mengutuk semua tindakan pelanggaran berat hak asasi manusia, menyerukan berakhirnya tindakan terorisme, serta pembebasan para siswi yang diculik di Nigeria.

“Penyangkalan terhadap semua bentuk penghormatan terhadap hidup dan martabat manusia, bahkan mereka yang tak bersalah, rentan, dan tidak berdaya, mengundang kutukan yang paling keras,” ungkap Fr. Frederico Lombardi, direktur kantor berita Vatikan, seperti dilansir CNA.

Aktivitas BH telah mendestabilisasi Nigeria yang terus dililit kemiskinan, meskipun memiliki sumber daya alam, terutama minyak bumi, yang melimpah.

Menurut laporan Reuters (30/12/15), pemerintah Nigeria sedang berupaya untuk bernegosiasi dengan para penculik.

 

Terakhir diperbarui:
2 Januari 2016: Tambahan informasi tentang upaya negosiasi pemerintah; Perampingan artikel dengan menghilangkan paragraf tentang keterlibatan negara-negara asing untuk membantu penemuan para siswi.