Vatikan memecat 848 imam pelaku kejahatan pelecehan terhadap anak-anak

Seorang pejabat Vatikan mengungkapkan dalam sidang Komite PBB pada hari Selasa (6 Mei) bahwa Gereja Katolik Roma telah memecat 848 imam yang melakukan kejahatan pemerkosaan atau mencabuli anak-anak dan memberikan sanksi kepada 2. 572 orang lainnya sejak tahun 2004.

Alun-alun Santo Petrus, Kota Vatikan (Foto: Andreas Tille/CC).

Untuk proses pidana Vatikan tidak memiliki wewenang di luar Kota Vatikan, tapi Gereja akan melakukan segala daya upaya untuk jalannya proses penyelidikan gerejawi terhadap laporan kredibel dugaan pelecehan seksual, demikian ungkap Perwakilan Tahta Suci di Jenewa, Uskup Agung Silvano Tomasi, kepada Radio Vatikan usai pertemuan itu.

Ia menggaris-bawahi bahwa Paus Fransiskus telah membentuk Komisi Perlindungan Anak-Anak tahun lalu sebagai langkah lainnya untuk memastikan keamanan anak-anak dalam gereja.

Menurut laporan The New York Times untuk di AS saja Gereja membayar sampai USD 2, 5 milyar sebagai kompensasi kepada para korban.

Menanggapi laporan Vatikan itu sebuah organisasi para korban pelecehan oleh para imam The Survivors Network of those Abused by Priest menulis pada hari Selasa bahwa “[a]pa yang diperlukan orang tua adalah nama-nama dan di mana para rohaniawan yang melakukan pelecehan anak-anak itu.”

Februari lalu mengikuti penerbitan laporan oleh Komite PBB tentang Hak Anak, Suster Mary Ann Walsh, direktur Relasi Media untuk Konferensi Uskup Katolik Amerika Serikat menulis, “Pelecehan seksual anak di bawah umur adalah dosa dan kejahatan dan tidak ada organisasi yang boleh lengah dalam menghadapinya. Gereja Katolik tentu telah melakukan lebih dari organisasi internasional lainnya untuk menghadapi masalah ini dan itu akan terus memimpin dalam melakukannya.”

The Christian Post