Paus Fransiskus menyerukan “redistribusi sah” kekayaan dan mengakhiri “ekonomi pengucilan”

Dalam pertemuan baru-baru ini dengan Sekretaris-Jenderal PBB  Ban Ki-moon di Roma, Paus Fransiskus menyerukan “redistribusi sah” kekayaan, dan mengatakan cara terbaik bagi pemerintah untuk sampai pada struktur sosial yang lebih adil adalah dengan melawan “ekonomi pengucilan (economy of exclusion), budaya sekali pakai (throwaway culture) dan budaya kematian (culture of death).”

“Saya tidak ragu mengatakan pada negara, seperti yang telah dilakukan oleh pendahulu saya, bahwa kemajuan ekonomi dan sosial yang adil hanya dapat dicapai dengan cara menggabungkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknis dengan komitmen tetap pada kesetia-kawanan disertai dengan semangat kemurahan hati dan tanpa pamrih pada semua level,” ungkap Paus Fransiskus seperti dikutip The Christian Post.

Dalam pertemuan pada 9 Mei lalu itu pemimpin umat Gereja Katolik Roma tersebut mendorong PBB untuk membantu yang miskin di seluruh dunia dengan memobilisasi budaya kemurahan hati.

 

Berita lainnya:

The Pope to the United Nations Executive Board: Challenge all forms of injustice, Vatican Information Service (9 Mei 2014).

Pope Francis Calls For ‘Legitimate Redistribution’ of Wealth to End ‘Economy of Exclusion’, The Christian Post (10 Mei 2014).

Pope steers UN towards a true, worldwide ethical mobilizationVatican Insider (9 Mei 2014).

Pope implores governments to redistribute wealth to the poor, CBS (9 Mei 2014).