Menjadi sahabat anak yang miskin dan yang kaya

Menara Penjaga FaviconKasus Jakarta International School (JIS) mencerminkan kegelapan yang menakutkan yang sementara mengancam anak-anak kita.

Kasus lainnya yang baru-baru ini mendapat perhatian media adalah pengelola Panti Asuhan (PA) Samuel’s Home, yang tidak hanya menunjukkan jejak penelantaran, tapi yang bahkan diduga melakukan pelecehan terhadap penghuni PA.

Anak-anak yang lahir dalam keluarga berkecukupan maupun mereka yang harus hidup di PA sedang menghadapi tantangan yang sama.

Mereka butuh bantuan setiap orang yang peduli dengan masa depan.

Karena, jika anak-anak PA Samuel tidak mempunyai sahabat yang adalah seorang donor di PA itu, mungkin sampai saat ini di antara mereka masih sementara dieksploitasi dan diperlakukan tidak semestinya.

Untunglah bahwa sang donor melaporkan apa yang menimpa anak-anak itu ketika mereka datang mengeluhkan nasib mereka. Mereka telah memperoleh pembelaan.

Sedih, namun masih untung orang tua korban kasus JIS melihat perubahan perilaku sang anak, dan karena kepeduliannya dapat menggali informasi tentang kejahatan yang telah ditimpakan pada sang anak oleh para petugas kebersihan yang sebenarnya adalah gerombolan penjahat.

Bagimana jika sang donor tak menjadi sahabat anak-anak PA?

Bagaimana jika orang tua korban JIS terlalu sibuk dengan pekerjaan, sampai tak melihat perubahan perilaku anak?

Dan bagaimana pula jika pihak kepolisian membiarkan kejahatan seperti yang dilakukan Deden Martakusumah, mencari nafkah dari industri percabulan yang sedang memabukan dunia, tak peduli yang menyiksa anak sekalipun.

Di tengah banyaknya penderitaan yang harus ditanggung oleh anak-anak, sang donor, orang tua, termasuk kepolisian telah menunjukkan kepedulian kepada anak-anak. Mereka telah melakukan sesuatu. Mereka telah menjadi sahabat anak-anak, baik yang kaya maupun yang miskin.

Adalah hal yang jelas bahwa membela anak-anak dari para penjahat adalah pekerjaan bersama. Tragedi penderitaan anak-anak harus menjadi seruan serta lecut untuk menghadirkan lingkungan yang aman bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

Itu juga adalah sebuah permohonan supaya pimpinan agama, pemerintah, pelindung masyarakat, orang muda, dan seluruh lapisan masyarakat bisa melihat diri mereka di dalam anak-anak.