Lebih dari 250 pendeta Injili desak Reformasi Imigrasi di AS

Lebih dari 250 pendeta dari kalangan gereja Injili dari 25 negara bagian berbeda di Amerika Serikat datang ke Washington, DC, pada Selasa, 29 April 2014, untuk mendesak Gedung Putih mensahkan Reformasi Imigrasi di negara itu.

immigration protest

Lebih dari 1000 orang melakukan protes di Gedung Putih, Washington, DC, menuntut disahkannya reformasi imigrasi di AS. Hampir dua juta orang telah dideportasi dari AS di bawah administrasi pemerintahan Presiden Obama (Foto: The Christian Post/Sonny Hong).

Salah satu partisipan, Pdt. Eugene Cho, 43, pemimpin Quest Church di Seattle, kepada The Christian Post mengungkapkan bahwa pengalamannya sebagai seorang imigran mempengaruhi cara pandangnya mengenai isu imigrasi.

Orang tua Pdt. Cho berimigrasi ke AS dari Korea Utara saat ia berusia 6 tahun. Orang tuanya lahir dalam kemiskinan ekstrim dan “ingin kesempatan yang lebih baik” bagi anak-anak mereka, jelasnya.

Ia mengaku bahwa di sepanjang waktu statusnya sebagai seorang imigran selalu ada di pikirannya. “Ini telah memberi dampak pada lensa (pandang) saya sebagai pengikut Yesus dan sebagai seorang pendeta. Saya pikir itu telah membuat saya, saya doakan, lebih berbelaskasih terhadap mereka yang terpinggir.”

Senin, 28 April lalu lebih dari 1000 pendukung Reformasi Imigrasi berunjuk rasa di depan Gedung Putih, memprotes dideportasinya hampir dua juta orang di bawah administrasi pemerintah Presiden Obama. 12 di antara para pengunjuk rasa ditahan.