Terkuak: Proyek ‘Arab Spring’ USAID di Kuba

Zunzuneo_@TuitoritoXKantor berita Associated Press membuka berita sebuah proyek yang diciptakan dan dibiayai oleh Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk menciptakan ketidak-stabilan di Kuba dengan menggulirkan proyek ZunZuneo lewat United States Agency for International Development (USAID), lembaga bantuan kemanusiaan AS. 

ZunZuneo, yang dalam bahasa lokal adalah suara kicauan burung kolibri, populer dengan sebutan “Cuban Twitter.” Layanan SMS ini awalnya memikat para pelanggan lewat berita-berita seperti olahraga, musik, dan prakiraan cuaca. Nanti ketika para pelanggan telah mencapai jumlah yang kritis, para pelanggan akan diperkenalkan dengan konten politik.

Pada akhir Maret 2011 para pengguna layanan itu mencapai 40.000 orang, yang sama sekali tidak menyadari keterlibatan pemerintah AS di balik layanan itu. Jumlah ini hanya mencapai 1 % dari penduduk Kuba. Proyek itu berharap untuk memperoleh 400.000 pelanggan, yang dapat menguatkan posisinya dalam masyarakat. 

AP memperoleh dokumen lebih dari 1000 halaman menyangkut proyek ini, dan secara independen melakukan verifikasi mengenai lingkup dan detail program itu dari informasi publik, sumber-sumber kepemerintahan, dan wawancara dengan mereka yang terlibat di ZunZuneo.

Komputer ZunZuneo menyimpan dan menganalisa pesan para pengguna termasuk data demografis mereka, seperti jenis kelamin, umur, termasuk “keterbukaan,” dan “kecenderungan politik.”

ZunZuneo ditujukan untuk menyuramkan posisi pemerintah, dan mempengaruhi kaum muda untuk merintis lahirnya situasi mirip Arab Spring, yaitu gejolak politik untuk menumbangkan pemerintah, di Kuba yang merupakan negara komunis. 

Havana telah melayangkan protes terhadap Washington DC, meminta AS menghentikan “aksi ilegal” terhadap Kuba. 

Jurubicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, menyebut program itu “democracy promotion”  (mempromosikan demokrasi).

Proyek ini mulai dikembangkan pada 2009 dan tiba-tiba menghilang pada 2012.

 

Berita terkait:

U.S. secretly built ‘Cuban Twitter’ to stir unrest (Associated Press, 3 April 2014).

Exposed: How US created ‘Cuban Twitter’ to take down Castro (RT, 4 April 2014).

‘Cease illegal activity against Cuba’: Havana slams Washington for ‘Twitter’ program (RT, 4 April 2014).

AS secara Rahasia Bangun “Twitter Kuba” untuk Picu Kerusuhan (Kompas, 4 April 2014).

 

Lihat juga:

Big Brother’s Facebook: UK, US intelligence ‘infiltrating’ social media (RT, 6 April 2014).