Laporan khusus: Rangkaian perayaan Jumat Agung dan Paskah di Williamstown, WV

Pdt. Elizabeth Campbell-Maleke menjelaskan kepada orangtua dan anak-anak yang berpartisipasi dalam kegiatan Easter Egg Hunt (acara mencari telur Paskah) di Gereja Presbyterian Williamstown dalam rangkaian kegiatan memperingati hari kebangkitan Yesus Kristus, Sabtu, 19 April 2014.

IBADAH JUMAT AGUNG EKUMENIS

Sekitar 70 orang jemaat menghadiri ibadah Jumat Agung (Good Friday) yang diselenggarakan secara ekumenis di Gereja United Methodist Church (UMC) Williamstown, 18 April 2014.

Yang berpartisipasi termasuk jemaat Gereja Presbyterian Williamstown (GPW), dan dua jemaat tetangga UMC Crossroad, dan UMC Boaz. Gereja lain yang biasa berpartisipasi dalam ibadah ekumenis, seperti Gereja First Baptist Church Williamstown, tidak mengambil bagian karena telah memiliki acara sendiri. Turut mengisi acara adalah paduan suara gabungan gereja-gereja.

Para pemimpin dari keempat jemaat yang hadir bergantian membacakan mazmur dan puisi yang bertemakan penderitaan dan kematian Kristus untuk menebus dosa-dosa manusia. Seorang anggota jemaat UMC Williamstown membawakan solo lagu “Watch the Lamb” yang mengharukan jemaat yang hadir.

Ibadah ditutup dengan prosesi menaruh salib kayu yang diterima oleh setiap jemaat di bawah salib besar yang bagian bawahnya dibungkus kain hitam, sebagai simbol untuk menyerahkan pergumulan, kekuatiran, dan kehidupan umat kepada Tuhan.

 

EASTER EGG HUNT

GPW mengisi hari Sabtu dengan kegiatan Easter Egg Hunt (acara mencari telur Paskah) untuk anak-anak. Salah seorang panitia memperkirakan sekitar 50 anak turut berpartisipasi.

Tahun ini, anak-anak bersama orangtua mendapat pengarahan di ruang ibadah gereja tentang teknis pelaksanaan kegiatan yang bertempat di seputar lokasi gereja. Pemimpin jemaat, Pdt. Elizabeth Campbell-Maleke, turut menerangkan alasan di balik perayaan Paskah kepada anak-anak dan orangtua yang hadir.

 

COMMUNITY EASTER SUNRISE WORSHIP

Pada Minggu jam tujuh pagi pada hari raya Paskah jemaat-jemaat anggota UMC Williamstown, GPW, UMC Boaz, dan Gereja First Baptist Church (FBC) Williamstown, bertemu di alun-alun kota, tepat di sekeliling monumen salib, untuk ibadah Easter Sunrise.

Khotbah singkat yang dibawakan Pdt. Glenn Perry, dari FBC, mengingatkan hadirin bahwa batu yang terguling memiliki pesan penting bagi orang percaya. Batu itu tidak terguling supaya Yesus Kristus bisa keluar, karena Ia bisa keluar tanpa batu itu harus terguling. Namun adalah demikian, tak hanya memberikan suara – merujuk pada ungkapan Yesus sebelumnya batu-batu yang akan bersorak – namun juga supaya orang percaya dapat melihat ke dalam dan tahu bahwa Kristus telah dibangkitkan. 

Pohon-pohon yang bersemi dengan warna-warna yang indah memeriahkan ibadah Paskah pagi di alun-alun. 

 

IBADAH PASKAH

Setelah ibadah bersama di alun-alun kota, masing-masing jemaat memiliki ibadah Paskah tersendiri.

Ruang gereja GPW dipenuhi jemaat yang mulai beribadah pada pukul 11.00. Ibadah diawali dengan membawa kembali “Haleluya” ke dalam ruang ibadah, yang telah disimpan sejak awal memperingati masa sengsara Kristus. Panji-panji dalam gereja yang dibungkus kain hitam turut diturunkan dan digantikan dengan hiasan bunga, dan kain putih.

Dalam khotbah yang diberi judul “Among the Flowers,” Pdt. Elizabeth Campbell-Maleke mengajak jemaat untuk mengingat betapa besar kasih Allah bagi manusia lewat bunga-bunga yang banyak kali hadir di momen-momen penting kehidupan jemaat.

“Pada Paskah ini, saat kita merayakan pengharapan dan hidup baru yang ditawarkan oleh Yesus Kristus, biarlah bunga-bunga dapat mengingatkan kita akan lingkup kasih Allah dan pengaruh yang Ia hadirkan dalam hidup seluruh kehidupan kita,” ajaknya.

Ibadah Paskah di GPW diakhiri dengan menyanyikan refrain lagu ciptaan George Frideric Handel, Messiah.