Kaum perempuan akan masuk hutan mencari 234 siswi Nigeria yang diculik

Sekelompok perempuan di Negara Bagian Borno, Nigeria, menyatakan pada 23 April 2014 waktu setempat, bahwa mereka bersedia masuk ke Hutan Sambisa untuk mencari para siswi yang diculik dari sekolah menengah milik pemerintah di Chibok dua minggu lalu.

Prof Hauwa Abdu Biu, mewakili para perempuan yang prihatin tersebut, menyerukan kepada ekstrimis pelaku penculikan untuk membebaskan para siswi, dan menyebut penculikan itu tidak manusiawi, demikian dilaporkan media lokal di Abuja, Daily Trust.

“Kami siap untuk masuk hutan untuk mencari mereka jika kami dapat memperoleh seorang yang dapat menunjukkan jalan bagi kami. Anak-anak perempuan ini tidak bersalah dan mereka tidak boleh disakiti,” ungkap Prof Biu tersedu.

Sekitar 234 siswi diyakini masih belum ditemukan. Laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa pihak berwenang telah berhasil membebaskan para siswi tersebut ternyata keliru.

“Perempuan di Negara Bagian Borno mengutuk secara keseluruhan tindakan kekerasan demikian karena serangan terhadap sekolah merampas hak anak-anak untuk belajar dalam lingkungan yang aman, dan karenanya membahayakan masa depan mereka.

“Kami juga mengecam serangan-serangan lainnya dalam bentuk ledakan bom dan pembunuhan beruntun di seluruh negeri secara keseluruhan dan berbelasungkawa dengan keluarga-keluarga mereka yang kehilangan nyawa karena peristiwa menyedihkan itu.”

Prof Biu juga mendesak kelompok ekstrimis untuk “melepaskan senjata mereka dan memilih dialog,” sekaligus meminta pihak berwenang untuk menyediakan pengamanan yang sesuai di sekolah-sekolah.

Pihak berwenang menyebutkan dalam sebuah pernyataan bahwa “pencarian sedang ditingkatkan.”

Menteri Informasi, Labaran Maku, menanggapi pertanyaan wartawan meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai penculikan itu supaya menghubungi pihak berwenang. “Pekerjaan mengalahkan teror adalah untuk bersatu,” ungkapnya seperti dikutip Daily Trust.