Dua anggota gereja Metodist tewas ditembak di Pusat Kegiatan Komunitas Yahudi AS

Dua korban penembakan keji di dua fasilitas komunintas Yahudi di Kansas adalah anggota gereja Methodist “Kebangkitan” di Leawood (rmnetwork.org).

Seorang remaja 14 tahun dan kakeknya tewas di luar Pusat Komunitas Yahudi di Greater Kansas City, Amerika Serikat (AS), tampaknya keduanya sedang berada di dalam sebuah mobil, sedang seorang wanita tewas beberapa menit kemudian di tempat parkir sebuah fasilitas bagi para lansia di Shalom Village.

Seorang pria berteriak “Heil Hitler” setelah ditahan sehubungan dengan penembakan di dua lokasi terkait dengan komunitas Yahudi di wilayah Kansas City itu.

Tersangka menembak dua orang lain tapi tidak berhasil melukai mereka, ungkap pihak berwenang.

Menurut kantor berita lokal KCTV 5 News tersangka adalah seorang pria berjenggot berusia 70-an, diduga bukan berasal dari Kansas. Kendaraan miliknya memiliki nomor negara bagian Missouri, namun pihak berwenang belum menyimpulkan, termasuk apakah kejahatan itu merupakan kejahatan kebencian anti-Semit.

Penembakan pertama terjadi di luar teater Lewis and Shirley White yang padat dengan kegiatan-kegiatan pertunjukan. 

Reat Underwood adalah seorang siswa baru di Blue Valley High School. Media melaporkan bahwa kakeknya, Dr William Lewis Corporon, pindah ke daerah Kansas City satu dekade lalu untuk tinggal lebih dekat dengan cucu-cucunya. Reat sempat dilarikan ke rumah sakti Overland Park Regional Medical Center untuk operasi.

Kedua adalah anggota jemaat United Methodist Church of Resurrection di Leawood. Jemaat melaksanakan doa bersama pada malam ibadah Minggu Palem di gereja.

Tersangka ditangkap di Valley View Park Elementary School, yang beberapa kilometer dari Shalom Village. KCTV5 melaporkan tampaknya tersangka berteriak “Heil Hitler” saat ia sedang dibawa pergi dengan diborgol.

“Semoga Allah memberikan penghiburan dan pengharapan untuk para korban dan keluarga mereka. Ini adalah waktu yang sangat sulit, dan respon yang terbaik adalah untuk mendukung mereka yang telah menderita kehilangan, dan kewaspadaan bagi mereka yang merasa terancam dan berduka. Ini adalah waktu bagi komunitas ini untuk bergandeng tangan, ” kata Rabbi Mark Levin dari Jemaat Beth Torah.