Minggu-Minggu Sengsara: Waktu untuk pembaruan dan pertobatan

Laporan Khusus: Ibadah Rabu Abu di Kota Williamstown, West Virginia (WV)

ash 001

Mengawali dimulainya tanggal gereja untuk memperingati Masa Sengsara Kristus, gereja-gereja di Kota Williamstown, WV, mengadakan ibadah ekumene Rabu Abu (Ash Wednesday) bertempat di Gereja Presbyterian Williamstown.

Ibadah dimulai tepat jam 19.00 waktu setempat, dan dihadiri sekitar 100 anggota jemaat mewakili Gereja Methodist, Baptis, dan Presbyterian.

Dalam ibadah khusuk tersebut jemaat yang hadir menerima tanda salib di dahi dari abu, menandakan kefanaan, termasuk pertobatan. Salib menunjukkan bahwa jemaat adalah milik Kristus.

Walikota Williamstown, Jean Ford, dari Gereja Baptis, turut menerima tanda salib.

Pdt. Diane Kenaston, dari Gereja Metodis, dalam khotbahnya di antaranya mengajak jemaat untuk tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain, melainkan dalam 40 hari Masa Sengsara jemaat hanya memandang pada Kristus.

Masa Sengsara, atau Minggu-Minggu Sengsara, adalah waktu untuk menyambut perayaan Jumat Agung dan Paskah, “waktu untuk pembaruan dan pertobatan bagi pribadi dan komunitas,” demikian dijelaskan dalam liturgi ibadah.

“Kami sangat senang melihat anggota-anggota jemaat dari gereja-gereja yang berbeda beribadah bersama,” ungkap Pdt. Elizabeth Campbell-Maleke dari Gereja Presbyterian. Ia mengaku terkesan dengan lagu pengutusan “Ku Suka Menuturkan” (I Love to Tell the Story) yang dinyanyikan dengan merdu bersama iringan musik organ.