Ketika suami Anda menggunakan material cabul: Beberapa catatan untuk seorang isteri

Saya dan suami saya baru menikah beberapa tahun ketika suatu hari ia pulang kerja dan mengatakan pada saya kalau ia mendapat skors karena pornografi di internet. Waktu itu saya sedang mengandung anak kedua kami. Rasanya seperti sebuah bom atom jatuh menimpa saya: Semua yang saya pikir aman dan stabil dalam hidup saya berantakan, dan segala sesuatu di sekitar saya seperti berada dalam gerakan lambat. Delapan puluh persen pria Kristen mengaku bergumul dengan kecanduan pornografi. Di seluruh kehidupan saya selalu menjadi gadis yang cukup baik. Saya tidak pernah berharap bahwa pernikahan saya akan menjadi bagian dari statistik seperti ini. Secara jujur, untuk mencerminkan kenyataan yang ada, statistik ini harus jauh lebih tinggi. Pornografi adalah rahasia kotor keluarga kecil gereja yang tidak dibolehkan untuk dibicarakan. Suami saya adalah salah satu dari banyak pria di masyarakat [Amerika] saat ini yang terekspos pornografi pada usia 6 tahun. Paparan awal untuk pornografi seringkali bukan karena pilihan melainkan dalam bentuk iklan atau melalui pengaruh orang lain. Pornografi disajikan kepada laki-laki atau anak laki-laki sebagai hiburan (entertainment) dan, sama seperti kecanduan pada sistem game, perhambaannya datang sebagai sebuah kejutan total. Tangan besi pornografi adalah lebih kuat dari keinginan diri sendiri atau strategi konseling. Namun pada satu saat, Allah mengubah cerita kami. Setelah 30 tahun berjuang, suami saya mengalami kebebasan dan kepolosan lagi. Dan kebebasannya adalah kebebasan saya juga . Sebagai seorang istri, Anda memiliki pengaruh yang luar biasa dalam situasi ini. Anda dapat membangun atau menghancurkan iman suami Anda kepada Allah, satu-satunya harapan untuk penyelamatan. Suami Anda memperhatikan kata-kata, sikap dan tanggapan Anda, dan meskipun ia mungkin tidak mengakuinya, semua itu sangat mempengaruhi hasil akhir. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diingat sebagai seorang istri : 1 . Ini bukan mengenai pribadi Anda. Tentu, rasanya pribadi, tetapi kecanduan tidak ada hubungannya dengan Anda. Suami Anda tidak menolak Anda. Dia terperangkap dalam sesuatu yang lebih besar dari dirinya. Seringlah ingatkan diri Anda: “Dia adalah korban di sini. Bukan saya.” 2 . Pilihlah untuk berbelas kasih. Suami Anda adalah seorang manusia dan memilik kekurangan seperti orang lain. Saya sering harus mengingatkan diri saya sendiri tentang siapa diri suami saya yang saya tahu: seorang pria yang mencintai Allah dan tulus ingin menyenangkan-Nya . Jika Anda dapat menawarkan kasih sayang kepada pecandu narkoba yang sangat ingin bebas, mengapa Anda tidak dapat menawarkan kasih sayang kepada suami Anda sendiri? 3 . Berhati-hatilah untuk tidak melihat dia sebagai seorang yang “kotor.” Jika dia kotor, maka Anda juga. Rasa bersalah adalah rasa bersalah, dan kita semua berdosa. Malu bukanlah hadiah dari Tuhan, tetapi lebih merupakan taktik Setan untuk mendorong mereka yang terpenjara bersembunyi dengan rantai mereka. Jaga dan ciptakan suasana yang aman, bebas dari kritik dan sikap menghakimi, untuk dia datang kepada Tuhan dan menerima kebebasan. Anda dapat melakukannya dengan hati-hati lewat kata-kata yang Anda ucapkan untuk membangun iman dan memberi perspektif yang tepat: Dia mengasihi Tuhan dan membutuhkan Yesus sama seperti kita semua. Terakhir, berdoa lebih banyak dan berbicara lebih kurang. Alkitab mengatakan bahwa Yesus dapat menyembuhkan hanya dengan satu kata. Sering berdoalah untuk suami Anda, dan berdoa untuk diri sendiri supaya memiliki hati yang benar bagi dia. Satu kata dari mulut Allah menciptakan alam semesta. Satu kata bisa membarui pernikahan Anda juga. CharismaNews

Edit judul (8/8/14) dari “Ketika suami Anda menonton pornografi: Beberapa catatan untuk seorang istri” menjadi “Ketika suami Anda menggunakan material cabul: Beberapa catatan untuk seorang istri.”