Kepekaan beragama: Petisi umat Muslim mengubah video klip Katy Perry

The before (left) and after (right) showing the removal of the Allah pendant (Image source: YouTube)

Kalung bertuliskan “Allah” dalam bahasa Arab dihapus setelah mendapat reaksi dari lebih dari 65.000 orang yang menanda-tangani petisi yang menuntut video Katy Perry dihapus dari Youtube.

Petisi yang digalang oleh umat Muslim berbuah pada dirubahnya video klip penyanyi Katy Perry berjudul “Dark Horse.

Shazad Iqbal menyerukan supaya video klip itu dihapus di Youtube karena dinilai sebagai penghujatan terhadap Islam.

Ia menarik perhatian pada titik waktu 01:15 di video di mana seorang pria terlihat sedang dibakar sementara memakai kalung yang membentuk kata ‘Allah’ (God) dalam bahasa Arab.

“Demikian ini menunjukkan bahwa penghujatan jelas nampak dalam video ini, karena Katy Perry (yang tampak mewakili penentangan terhadap Allah) membungkus orang percaya dan kata Allah itu dalam api,” tulisnya di Change.org.

Menurutnya, menggunakan nama Allah dengan cara tidak pantas dan merendahkan akan dilihat sebagai hal yang tidak pantas dalam agama manapun.

Lebih dari 65.000 orang menandatangani petisi Shazad.

Ia mengaku tidak bisa bertindak seperti tidak melihat hal seperti ini dilakukan. “Itu hanya akan terus terjadi,” katanya.

Menyusul keputusan orang yang terlibat di belakang pembuatan video itu untuk merubah gambar menyinggung tersebut, Shazad menyampaikan terima kasih.

Katy Perry sebelumnya adalah seorang penyanyi lagu Kristen kontemporer. Ia memulai kariernya sebagai penyanyi di gereja. “Saya menyadari panggilan saya pada umur yang masih muda…Saya seperti merasakannya dalam tulang-tulang saya. Namun Tuhan akan menggunakan bejana yang mau dipakai, dan tidak ada batasan usia untuk menjadi bejana yang mau dipakai,” ungkap Katy Hudson, nama Katy Perry yang sebenarnya, seperti dikutip GospelHerald.com.

Orangtua Katy adalah pendeta dari kalangan Pentakosta dan merupakan pendiri sebuah organisasi pelayanan Keith Hudson Ministries.

Namun ketika Katy tidak menemukan sukses sebagai seorang artis Kristen, ia mencarinya dalam identitas yang berbeda. Ia mengungkapkan bahwa ia bukan seorang Kristen, namun percaya pada suatu kuasa yang lebih tinggi.

Katy Perry juga menampilkan “Dark Horse” pada penyerahan Grammy Awards beberapa waktu lalu. Menurut ChristianPost.com lagu itu mengandung pesan tentang kecanduan obat. Tampil dengan salib besar di bagian depan, api dan berbagai simbol sihir, GospelHerald.com menyebutnya bertemakan pemujaan setan.

Penyanyi Gospel Kristen Amy Grant meninggalkan acara tersebut lebih awal, dan pemenang dua kategori penghargaan untuk lagu Kristen, Mandisa, memutuskan untuk tidak hadir.