Kemungkinan dibajak: Keprihatinan dan doa untuk keselamatan 7 WNI di pesawat Malaysia

File:Malaysia Airlines Boeing 777-200ER MEL Nazarinia.jpg

Malaysia Airlines Boeing 777-200ER di Melbourne Airport 2010 (Foto: Mehdi Nazarinia/CC).

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengatakan pada hari Sabtu waktu setempat bahwa komunikasi kapal jet yang hilang dimatikan dan perubahan arah pesawat sengaja dilakukan oleh seseorang dalam pesawat, tapi belum menyimpulkan bahwa pesawat itu benar-benar dibajak.

“Meskipun media melaporkan bahwa pesawat itu dibajak, saya ingin menjadi sangat jelas: kami masih menyelidiki segala kemungkinan mengenai apa yang menyebabkan MH370 menyimpang dari jalur penerbangan semula,” ungkap PM Razak dalam konferensi pers yang disiarkan secara nasional.

Penyelidikan menunjukkan bahwa dua sistem komunikasi otomatis pesawat itu “dimatikan satu demi satu” sebelum mencapai titik di atas Laut Cina Selatan di mana pesawat itu putus kontak dengan radar sipil.

Pesawat itu diketahui kemudian berbalik dan terbang ke arah barat kembali ke Semenanjung Malaysia sebelum menuju barat laut.

Kementrian Transportasi Malaysia telah meralat jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang turut menumpang pesawat itu dari 12 menjadi tujuh. Kekeliruan tersebut menurut penjelasan pihak KBRI Kuala Lumpur kepada Detik.com adalah karena kekeliruan penafsiran kode negara, yaitu IDN dan IND yang merupakan kode untuk India.

Ketujuh WNI tersebut adalah:

1. Swadaya Ferry Indra
2. Sugianto LO
3. Suadaya Herryindra
4. Siregar Firman Chandra
5. Tanurisam Indrasuria
6. Vinny Chynthyatio
7. Wang Willysurijanto

“Kami merasakan keprihatinan dan mendoakan keselamatan bagi seluruh penumpang pesawat tersebut,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mewakili Pemerintah Indonesia.

 

Times of India | Detik | AntaraNews