Gereja Roma Katolik di Puerto Rico menyerahkan imam cabul ke pihak kepolisian

File:San Juan Cathedral.JPG

Gereja Katedral San Juan di San Juan, ibukota Puerto Rico (Mtmelendez). Puerto Rico adalah bagian persemakmuran Amerika Serikat.

Dua hirarki Gereja Roma Katolik di Puerto Rico, Uskup Agung Roberto Gonzalez Nieves dari San Juan bersama Uskup Daniel Fernandez Torres dari Arecibo, menyerahkan para imam yang dituduh melakukan pelecehan seksual kepada pihak berwenang, lapor Catholic News Agency, 28 Februari 2014.

Dalam pernyataan kepada media, Uskup Agung Nieves mengatakan enam kasus dugaan pelecehan seksual anak di bawah umur oleh para imam telah diserahkan kepada kejaksaan di Puerto Rico.

Ia menjamin “kerja sama penuh dari Keuskupan Agung, lepas dari apakah oknum yang melakukan pelecehan itu adalah seorang pelayan, pekerja atau relawan. Seluruh proses ini, sekalipun menyakitkan, harus menjadi kesempatan untuk mencapai tujuan akhir, yaitu kebaikan dan perlindungan anak di bawah umur.”

Uskup Agung Nieves menekankan “tak satu pun dari para imam tersebut saat ini berada dalam pelayanan.”

Sementara Uskup Daniel Fernandez dari Arecibo mengajukan pengaduan kepada polisi dan Departemen Keluarga terhadap satu imam tersangka.

Pengacara untuk Keuskupan Arecibo, Frank Torres-Viada, mengatakan bahwa setelah tuduhan dibuat terhadap imam tersebut, “Keuskupan Arecibo melanjutkan dengan segera dan tegas mengaktifkan protokol untuk menangani tuduhan pelecehan seksual dan menyerahkan masalah itu kepada otoritas yang berwenang.”

“Keuskupan Arecibo dan uskupnya menegaskan kembali komitmen mereka untuk transparansi mutlak dan kerjasama dalam memberantas momok pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dalam Gereja Katolik,” ungkap pengacara itu kepada wartawan.

Teolog Protestan Dr. Timothy George menyebut pelecehan anak, yang tidak hanya terjadi di kalangan Gereja Roma Katolik, menodai kesaksian Kristen di abad ke-21.