Arab Saudi membantu oposisi Suriah dengan persenjataan anti-pesawat

doakansuriahUp-date.

Arab Saudi setuju untuk memberikan kelompok militan Suriah dukungan persenjataan.

Mengutip diplomat Barat dan Arab serta sumber-sumber oposisi yang didukung pihak asing di Suriah, Wall Street Journal mengatakan hari Sabtu bahwa senjata dari Saudi termasuk rudal bahu anti-pesawat.

“Arab Saudi telah menawarkan untuk memberikan pihak oposisi untuk pertama kalinya sistem pertahanan udara portabel buatan Cina, atau MANPADS, dan rudal anti-tank dari Rusia,” lapor WSJ.

Arab Saudi telah menjadi pemasok utama senjata dan dana untuk militan di dalam wilayah Suriah yang didukung pihak asing.

Amerika Serikat juga dikatakan telah meningkatkan dukungan keuangan untuk militan.

Harian Perancis Le Figaro baru-baru ini mengatakan bahwa senjata yang digunakan oleh militan di Suriah pada awalnya dibeli oleh Arab Saudi dari pasar gelap di Ukraina dan Bulgaria.

Senjata, termasuk rudal Israel, kemudian ditransfer ke sejumlah sel di pinggiran, Damaskus, ibukota Suriah, Le Figaro menambahkan dalam laporannya.

WSJ | PressTV

Pengamat: Pasokan senjata AS tidak mendukung perundingan Jenewa II

William Jones, dari Executive Intelligence Review, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan PressTV.ir, Kamis, 30 Januari 2014, bahwa perundingan Jenewa II akan gagal membuahkan hasil yang “konkrit” sepanjang Amerika Serikat (AS) terus mengirimkan senjata kepada para militan di Suriah.

“[AS] terus memasok senjata dan amunisi. Kekerasan akan meningkat dan sulit melihat bagaimana perundingan [Jenewa II] dalam situasi seperti ini akan membawa pada perdamaian yang berkelanjutan,” ungkap pengamat tersebut.

Ungkapan tersebut terkait dengan laporan Reuters awal minggu ini bahwa para pengambil keputusan di Kongres AS telah menyetujui penyediaan senjata bagi militan Takfiri melawan pemerintah Suriah.

Berbagai elemen gereja telah menyampaikan sebuah seruan untuk mengatasi krisis Suriah yang telah menyesengsarakan begitu banyak rakyat tak bersalah, terutama anak-anak dan lanjut usia.

Pernyataan DGD untuk pertemuan Jenewa II mengenai Suriah