Film Kristen “Alone but not Alone” dinominasikan untuk piala Oscars, tapi mengapa dibatalkan?

(Gambar: Wikipedia)

Pada tanggal 15 Januari 2014 film bertemakan iman Alone but not Alone dinominasikan dalam Academy Awards ke-86 untuk kategori Best Original Song. Namun, di penghujung bulan, Academy of Motion Picture Arts and Sciences mengambil keputusan kontroversial membatalkan nominasi tersebut.

Alasannya adalah salah satu dari kedua penulis lagu untuk judul film ini, yaitu Bruce Broughton, yang duduk dalam panitia eksekutif cabang musik Academy sekaligus pernah menjabat sebagai pimpinan Academy, mengirimkan email kepada sejumlah anggota panitia meminta mereka memberi “perhatian pada entri #57,” nomor trak di CD yang memuat lagu-lagu yang dinominasi.

“Aku mengirim surat ini hanya karena sangat tidak mungkin film kecil, independen, dan bertemakan iman ini akan terlihat oleh anggota di cabang musik; ini adalah satu-satunya cara yang bisa kupikirkan untuk supaya semua menyadari [keberadaan] lagu ini,” tulisnya.

Pihak Academy mengutip bahwa apa yang dilakukan oleh Bruce Broughton adalah tidak patut, dan membatalkan nominasi Alone but not Alone.

Media dan blogger Kristen mengkritik keputusan itu dan berspekulasi bahwa tindakan itu adalah cerminan prasangka buruk Academy terhadap film bertemakan iman.

Kritik juga datang dari kalangan perfilman. Gerald Molen, seorang produser pemenang piala Oscars, menulis surat kepada presiden Academy, Cheryl Boone Isaacs, di mana ia menuduh Academy melakukan diskriminasi terhadap film keagamaan.

“Ya ampun, kalau kita sungguh-sungguh mau mengikuti standar baru yang dikutip oleh panitia, kantor kalian akan dipenuhi dengan piala-piala Oscar dari para pemenang dan nominee yang telah melobi teman-teman dan kolega mereka. Nampak pada saya hal ini sudah merupakan praktek yang sudah sangat lama, tapi bagaimana tiba-tiba Academy mendapati lobi dalam kasus lagu ini?” tulisnya seperti dikutip TheHollywoodReporter.com.

Lagu tema film ini dinyanyikan oleh seorang penyandang disabilitas Kristen Joni Eareckson Tada, yang harus duduk di kursi roda akibat quadriplegic, lumpuh dari bahu ke bawah. Pelayanannya, Joni and Friends, memberikan kursi roda kepada para penyandang cacat.

Film Alone but not Alone (sendiri tapi tak sendiri) diangkat dari novel karya Tracy Leininger Craven, berdasarkan kisah nyata sebuah keluarga Jerman yang menyeberang samudera datang ke benua Amerika untuk menghindari penganiayaan karena iman mereka.

Di Pennsylvania tahun 1750an dua bersaudara Barbara dan Regina Leininger ditangkap oleh penduduk asli, dan terpisah satu dengan yang lain.

Adalah menarik melihat bagaimana penduduk asli digambarkan dalam film ini.