7 anggota GMKI meninggal dalam pelayanan di Gunung Sinabung

Gunung Sinabung 2013 (foto: Airil anuar).

Up date, 16 Februari 2014.

Sehat Sembiring, 47, warga Kabanjahe, korban luka-luka akibat awan panas Sinabung akhirnya meninggal dunia menambah jumlah korban tewas menjadi 17.

Up date, 8 Februari 2014.

Dua korban luka-luka, yakni Surya Sembiring (24) dari Desa Guru Kinayan dan Doni Sembiring (65) warga Desa Sukameriah telah meninggal dunia di RS Efarina Etaham, Kabanjahe. Jumlah korban meninggal akibat sapuan awan panas 1 Februari lalu menjadi 16 orang.

 

Tujuh dari 14 warga yang telah dikonfirmasi meninggal akibat sapuan awan panas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, adalah anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).

Menurut informasi dari Pengurus Pusat GMKI lewat situs gmki.or.id (2 Februari 2014), GMKI Cabang Kutacane mengirimkan enam orang anggotanya untuk melakukan aksi sosial membantu para pengungsi Gunung Sinabung.

Mereka adalah Fitri Napitupulu (Ketua Cabang GMKI Kutacane), Marudut Sihite (Sekretaris Cabang GMKI Kutacane), Santun Siregar (Badan Pengurus Cabang GMKI Kutacane), Julfandi Siregar (Badan Pengurus Cabang GMKI Kutacane), Daniel Siagian (Badan Pengurus Cabang GMKI Kutacane), dan Asran Lubis (simpatisan GMKI).

Mereka menginap dirumah Mahal Surbakti, salah satu anggota GMKI Kaban Jahe, yang juga menjadi korban di desa Payung.

Mereka berangkat ke wilayah Gunung Sinabung pada pagi hari 1 Februari 2014 dengan maksud memperingatkan para petani yang ingin melihat kebunnya, supaya kembali ke tempat pengungsian/daerah aman karena gunung sewaktu-waktu dapat kembali meletus.

“Saat melakukan pelayanan tersebut, gunung kembali aktif mengeluarkan asap yang mengakibatkan 7 orang relawan GMKI meninggal dunia,” demikian ditulis dalam edaran tersebut.

“Kami telah kehilangan kader-kader terbaik kami yang berjuang untuk kemanusiaan.”

GMKI telah menetapkan tujuh hari berkabung di seluruh cabang organisasi di Tanah Air, termasuk melakukan penggalangan dana untuk menopang keluarga yang ditinggalkan. Informasi lebih jauh dapat dilihat di situs gmki.or.id.

Pages: 1 2