Gereja Nigeria hadapi penganiayaan berat

Peta Nigeria (Wikipedia).

Kelompok teroris di Nigeria kembali melakukan serangan terhadap warga sipil di Negara Bagian Borno dan Adamawa di Nigeria, mengakibatkan sekitar 70 orang tewas.

AllAfrica.com menulis sekelompok orang bersenjata yang diduga terkait dengan organisasi radikal Boko Haram bertanggung jawab atas serangan itu.

Salah satu serangan menggunakan senjata dan bahan peledak dilakukan pada misa pagi di sebuah Gereja Katolik di Desa Chakawa, Adamawa, membunuh 18 anggota jemaat.

Para penyerang kemudian membakar rumah-rumah dan menjadikan sejumlah warga sebagai sandera, demikian menurut saksi mata. Dalam serangan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam itu, tidak ada pertolongan yang dikirim menanggapi permintaan bantuan.

Menurut laporan Reuters pihak keamanan sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku, mengutip seorang prajurit yang namanya dirahasiakan.

Jurubicara Gereja Katolik Keuskupan Yola, Fr. Raymond Danbouye, mengungkapkan bahwa 22 orang tewas dalam aksi terorisme tersebut telah dimakamkan kemarin.

Sementara itu di wilayah Borno, 52 orang diberitakan tewas dan 300 rumah penduduk dihancurkan dalam serangan yang disinyalir dilakukan oleh kelompok teroris yang sama.

Seorang pejabat keamanan menyatakan pada kantor berita AP bahwa para penyerang menanam bom di sebuah pasar di sekitar Desa Kawuri wilayah Konduga pada hari Minggu sore. Jam padat itu membuat banyak pedagang dan warga masyarakat mengalami luka-luka, termasuk polisi. Mereka dibawa ke rumah-rumah sakit terdekat.

Menurut laporan PBB, serangan kelompok-kelompok terorisme demikian telah membuat banyak warga mengungsi ke wilayah lain atau negara-negara tetangga.

Gubernur Borno, Kashim Shettima, berniat meninjau Desa Kawuri namun dibatalkan karena nasihat pihak militer yang masih menyisir wilayah tersebut.

Pihak militer dan kepolisian Nigeria mengadakan pertemuan tertutup untuk membahas situasi ini.

All Africa

 

Terakhir diperbarui 13 Agustus 2015.