Rusia memberi rapor merah bagi penegakan HAM di Uni-Eropa 2013: Tidak efektif dan keliru

Kantor Kementerian Luar Negeri Rusia (foto: RIA-Novosti).

RUSIA, Moskow (Yubelium) — Kementrian Luar Negeri Federasi Rusia menyoroti sejumlah pelanggaran hak-hak asasi manusia dalam laporannya mengenai situasi HAM di Uni-Eropa selang 2013.

“Uni-Eropa terus menempatkan diri sebagai pos terdepan dalam perjuangan [untuk menegakkan] hak asasi manusia di dunia. Akan tetapi, aktivitas legal di dalam wilayahnya sendiri tidak sesuai dengan klaim tersebut,” demikian ditulis dalam laporan itu.

Yang paling mendesak menurut laporan itu adalah terus berkembangnya sikap xenophobia (sikap anti-orang asing), rasisme, nasionalisme anarkis, patriotisme yang berlebihan (chauvinism), gerakan neo-Nazi, tak terkecuali sikap anti-Semitis.

Pelanggaran berat terhadap hak-hak kelompok minoritas, pengungsi, dan para imigran turut disorot.

Masalah-masalah seperti kurangnya perlindungan terhadap hak anak, ketidak-setaraan gender, penyalah-gunaan wewenang oleh polisi, pelanggaran hak tahanan, dan kebebasan mengeluarkan pendapat juga mendapat perhatian di antara berbagai isu lainnya.

Dengan berbagai masalah HAM tersebut, Rusia mengkritik upaya UE dan negara anggotanya yang memprioritaskan, “penyebaran nilai-nilai neo-liberal mereka sebagai sebuah gaya hidup universal bagi anggota-anggota lain dalam komunitas internasional.”

Yang dimaksud adalah upaya memaksakan pada negara-negara lain pandangan asing tentang hubungan sesama jenis, yang menurut laporan itu “tidak hanya mendapat penentangan di negara-negara yang menjaga nilai-nilai tradisional, tetapi juga di negara-negara yang selalu mengambil sikap liberal terhadap pelaku hubungan sejenis;” menunjuk pada reaksi masyarakat di Perancis.

Laporan itu juga menyebut temuan Pengadilan HAM Eropa pada Januari 2013 mengenai pelanggaran HAM terhadap Nadia Eweida, seorang pramugari yang dilarang British Airways mengenakan kalung salib. Di sisi lain, laporan itu menyoroti Konstitusi Hungaria yang baru yang dinilai “bertentangan dengan standar UE dan demokrasi liberal.” Hungaria terang-terangan mengadopsi nilai-nilai kekristenan setelah keluar dari pemerintahan Komunis.

Menurut laporan ini berbagai pelanggaran HAM yang terjadi di UE dilatar-belakangi oleh ketidak-seriusan UE dan negara-negara anggota dalam mematuhi perjanjian-perjanjian yang mengatur tentang HAM. Akibatnya, perlindungan HAM di lingkungan UE menjadi “tidak efektif dan keliru.” [+]

 

Dengan kontribusi RIA-Novosti

Report on the Human Rights Situation in the European Union 2013 (unofficial translation)